Kebutuhan Bibit Kopi 8 juta
Pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka) menyatakan pengembangan kopi arabika yang saat ini mencapai luas 5.000 hektare membutuhkan bibit sebanyak 8 juta.
Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Teguh Wahyudi menyatakan untuk setiap 1 hektare lahan dibutuhkan 1.600 bibit pohon. “Untuk pembuatan benih sekaligus persiapannya membutuhkan waktu lebih kurang 11 bulan,” ujarnya di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan yang penting adalah upaya menyiapkan klon unggul untuk komoditas kopi ini, karena mencarinya dan cocok untuk dikembangkan untuk wilayah tertentu tidak mudah. Dia mengatakan kopi menjadi spesial karena pengaruh jenis lahan, ketinggian dimana komoditas ini tumbuh, cara pengelolaan tanaman, dan lingkungan.
Menurut dia, tanaman kopi di Indonesia sudah berumur lebih dari 25 tahun. Teguh mengungkapkan kopi spesial asal Indonesia memiliki konsumennya tersendiri. Dia mencontohkan untuk kopi Toraja banyak diminati oleh konsumen Jepang, sementara kopi Luwak selain juga diminati oleh masyarakat negeri Sakura itu, juga diminati oleh masyarakat Korea.
Dia mengatakan di Indonesia terdapat 10 jenis kopi spesial, sementara di negara lain hanya memiliki maksimal dua jenis kopi spesial. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan Indonesia saat ini sedang berupaya untuk melebarkan sayap pemasaran kopi ke China. Dia mengatakan konsumen China banyak menyukai kopi spesial jenis Toraja, Mandailing, dan Gayo. “Pasar di China sangat besar mencapai 350 juta orang. Yang kami bidik adalah konsumen usia muda,” katanya.
Dia mengatakan prospek ekspor kopi asal Tanah Air ke negeri itu mencapai 50.000 ton. Dia mengatakan sebagai upaya untuk memperluas pasar, untuk sisi hulu, Kementerian Pertanian berupaya untuk mengingkatkan produksi kopi. Bayu menyatakan pada 2010, kopi spesial menjadi salah satu target pengembangan dan peningkatan produksi. Dia mengatakan saat ini terdapat tujuh sentra produksi kopi, a.l. Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Flores, Jawa, dan Papua. Tujuh sentra produksi ini berada di lahan seluas 5.323 hektare.
Bisnis mencatat saat ini produksi kopi di Tanah Air mencapai 600.000 ton -700.000 ton. Dari total produksi tersebut, produksi kopi spesial jenis kopi arabika hanya 53.000 ton, sedangkan mayoritas berupa kopi robusta.
Bayu menyatakan keterbatasan produksi kopi arabika karena luas pengembangan yang masih terbatas. Dari 1,3 juta lahan kopi, areal yang digunakan untuk penanaman kopi robusta mencapai 1,02 juta hektare sementara untuk arabika hanya 263.000 hektare.
Masalah lain yang ditemui saat ini, tambahnya, kopi arabika hanya diproduksi pada lahan dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dengan produktivitas hanya 1 ton per hektare, sementara untuk robusta dapat mencapai 2 ton per hektare.
Sumber: kontan
Photo: kopersi petani


Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed