Ciputra Quantum Leap


Enterpreneurship mengubah masa depan Bangsa dan masa depan Anda.

Gagasan utama buku ini adalah sebuah ide besar strategi pendidikan enterpreneurship yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia untuk keluar dari ketakutan akan angka pengangguran, kemiskinan dan merosotnya ketahanan ekonomi  Indonesia ke depan.  Ciputra  mengenalkan formula strategis dan praktis mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan melalui pendidikan enterpreneurship sedini mungkin dan seluas mungkin. Pendidikan Enterpreneurship ini patut diadakan bagi mereka yang menjelang menganggur maupun sedang menganggur. Baik itu dalam bentuk pelatihan maupun pendidikan formal secara umum. Penekanannya adalah agar manusia mampu menciptakan kerja bagi dirinya sendiri.

Dr.Ir Ciputra melalui buku ini mengajak pembaca buku untuk  bersama-sama menolak kutukan sebangsa kuli, sebuah semangat yang berkali-kali diucapkan Presiden Sukarno. Melalui enterpreneurship Ciputra sebagai penulis buku ini berkeyakinan bahwa bukan mustahil untuk menjadi enterpreneurship dengan menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri meskipun memang tidak mudah.

Inilah Quantum Leap itu, leap yang berarti sebuah loncatan mengantarkan sebuah quantum yang beresensi pada enterpreneurship. Sebuah loncatan untuk meletakan dasar-dasar yang kuat bagi kesejahteraan bangsa kesejahteraan masyarakat dengan enterpreneurship atau kewirausahaan.

Kemajuan teknologi telah menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru namun sekaligus juga mampu menjadi mesin pemusnah lapangan kerja. Manusia yang mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri adalah solusi mujarab untuk menghilangkan pengangguran dan kemiskinan sebagai penyakit menakutkan. Untuk itulah perlu terus dikembangkan pendidikan enterpreneurship untuk melatih jiwa enterpreneurship dalam segala perkembangan teknologi.

Bukan hanya Keluar dari Kemiskinan

Dr. ir Ciputra berpendapat dari sisi ekonomi pembelajaran enterpreneurship bukan sekedar keluar dari kemiskinan namun sekaligus akan memberi manfaat sebagai berikut .

Pertama, menghasilkan manusia masa depan yang sanggup tidak miskin, ini akan mengangkat beban negara secara significan

Kedua, enterpreneur adalah sumber pendapatan negara yang dapat diandalkan. Melalui pajak dan retribusi

Ketiga, enterpreneur akan membuka lapangan kerja baru, kota baru, produk dan jasa kebutuhan masyarakat

Bagi Ciputra, pendidikan enterpreneur adalah kekuatan untuk menghancurkan pengangguran dan kemiskinan sekaligus jalan bagi masyarakat yang ingin mencapai kesejahteraan. Dengan masyarakat yang sejahtera (wealth) akan membangun kesejahteraan bangsa (welfare). Jadi membangun enterpreneeurship bukan sekedar keluar dari kemiskinan namun juga membangun kesejahteraan bangsa (welfare).

Dr. Ir Ciputra seorang enterpreneur

Dr .Ir Ciputra tidak pernah melamar pekerjaan dengan menggunakan ijasah pendidikan sarjana yang dimilikinya itulah pengakuannya. Ketika ijasah dari Fakultas Teknik Sipil ITB ditemukan istrinya beberapa tahun lalu, ia menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah menggunakan sekalipun ijasah itu. Bukan berarti pendidikan Arsitektur yang dijalaninya tidak berguna tapi apa yang dipelajari jauh lebih penting dari sekedar ijasah itu sendiri.

Buku Ciputra Quantum Leap berisi gagasan Dr.Ir Ciputra bagaimana enterpreneurship mampu mengubah keadaan. Dr. Ir Ciputra menggunakan istilah mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas untuk memberitahu tugas sesungguhnya para wirausahawan atau enterpreneurship. Bukan sebuah omong kosong untuk mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas seperti yang dilakukan oleh Ciputra ketika ia menjadi CEO PT Pembangunan Jaya yang diberi tugas oleh Presiden Sukarno untuk mengembalikan fungsi Pantai Ancol menjadi tempat wisata seperti yang dinikmati oleh Gubernur Belanda pada abad 17 yang memfungsikan Pantai Ancol sebagai tempat wisata.

Buku ini memberikan point bagi 4 kategori Enterpreneurship yaitu :

  1. Business Enterpreneur
  2. Government Enterpreneur
  3. Social Enterpreneur
  4. Academic Entrepreneur

Enterpreneurship mengubah keadaan

Pada tahun 1967 saat Ciputra mendapat tugas untuk membangun Ancol menjadi kawasan wisata, kawasan tersebut berupa tanah kosong yang kotor dan berawa. Dari tempat kumuh tersebut Ciputra berimajinasi untuk membangung suatu tempat wisata yang serba kreatif, dengan jiwa enterpreneurship Ciputra menciptakan opportunity dan ber inovasi salah satunya adalah inovasi pada sisi keuangan. Untuk mendapatkan modal yang lebih banyak Ciputra membangun satu sisi kawasan terlebih dahulu untuk disewakan dari modal itu ditambah modal bank Ia membangun kawasan Ancol secara keseluruhan.

Kini lebih dari 40 th kemudian Ancol adalah kawasan Wisata terbesar ke 3 di dunia setelah Disneyland dan Disneyworld, bukan saja sukses prestasi yang dipetik namun Pemerintah DKI sebagai pemilik 72 % saham melalui PT Pembangunan Jaya Ancol mendapatkan laba bersih lebih dari Rp 144 Miliar bahkan Ancol menjadi kontributor penting bagi Pendapatan Asli Daerah DKI Jakarta dan memberi kontribusi pajak terbesar bagi Pemerintah pusat. Dari sini Ciputra menjelaskan hasil kerja enterpreneur  bukan saja oleh enterpreneur namun juga oleh masyarakat, bangsa dan generasi yang akan datang.

30 tahun lalu dan 30 tahun yang akan datang

Tahun 2007 Ciputra menyaksikan  pertandingan final bulutangkis Olimpiade Beijing 2008 yang diwakili oleh  Markin Kido dan Hendra Setiawan atlet didikan Klub Bulu Tangkis Jaya Raya sebuah klub yang didirikan 30 tahun silam. Pada saat itu visi Klub Bulu Tangkis Jaya Raya adalah mempersembahkan medali-medali emas Olimpiade dan turnamen bulu tangkis kelas dunia untuk kebesaran bangsa Indonesia. Meski harus menunggu hingga 30 tahun, kini visi itu menjadi sebuah kenyataan.

Ciputra kini tengah berupaya supaya pendidikan Enterpreneurship menjadi solusi bagi kehidupan anak bangsa . Saat kini pendidikan enterpreneurship terus dilakukan akankah 30 tahun yang akan datang kebutuhan Indonesia untuk memiliki setidaknya 4 juta enterpreneur dapat menjadi kenyataan ?.

Gagasan Ciputra adalah untuk memasukan pendidikan enterpreneurship sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Pentingnya jiwa enterpreneurship ini disimpulkan dengan pendapat belum ada institusi yang mampu menggantikan peran enterpreneur dalam sebuah negara .

Judul : Ciputra Quantum Leap
Penerbit : Elex Media Komputindo
Penulis : Antonius Tanan – Ciputra
ISBN : 978-9792-741-452
Tebal : 212 halaman
Harga : Rp. 38.800,-

2 Comments

  1. Iphin Cow says:

    Jadi inget kata2nya pak ciputra waktu di kick andy dulu “Ketika orang insyaf dan ia bersemangat, semua bisa tercapai”

  2. Ria Dinaira says:

    Blog yang bagus neh, bagus bgt thread, update terus ya, biar aku bisa baca2 terus…

Leave a Comment

Switch to our mobile site