Broadband dinilai Bisa Menumbuhkan Ekonomi
Pembangunan broadband di Indonesia hendaknya tidak sekadar proyek infrastruktur semata, melainkan harus diiringi dengan implementasi aplikasi dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Teguh Anantawikrama mengatakan definisi broadband adalah tidak sekadar menyediakan infrastruktur, tetapi pemerintah perlu mendorong pemanfaatannya untuk menumbuhkan perekonomian nasional.
“Broadband ekonomi adalah mindset. Bagaimana create value, bagaimana empower people, itu yang perlu dipikirkan antara operator dengan pemerintah,” katanya kepada Bisnis hari ini.
Teguh mengambil contoh jaringan pendidikan nasional yang dibangun oleh Kementerian Pendidikan Nasional yang meski menelan biaya yang besar, tetapi kontennya hanya sedikit dan masyarakat tidak di beri pendidikan mengenai keberadaan dan manfaatnya.
Jadi, lanjutnya, fasilitas tersebut idle, padahal harusnya bisa membantu mengatasi sebagian masalah pendidikan masyarakat.
Pada awalnya, Uni Eropa mendefinisikan broadband access adalah saluran akses pelanggan di mana kecepatan datanya adalah lebih dari 144 kbps. Namun saat ini, definisi broadband telah jauh berubah seiring dengan semakin terjangkaunya harga kabel serat optik untuk digelar hingga ke rumah-rumah.
Inggris telah menetapkan kecepatan akses 40~50 Mbps untuk download dan 20 Mbps untuk upload di kawasan kota dan 2 Mbps per pengguna untuk program USO/telepon perdesaan akan dicapai pada 2012. Kebijakan pemerintah Inggris tersebut dikenal dengan nama “Digital Britain”.
Selanjutnya, dalam National Plan of Action 2010, Finlandia menargetkan semua rumah penduduk, kantor-kantor pemerintah, dan perusahaan harus memiliki akses ke jaringan teknologi informasi dan komunikasi dengan kecepatan minimal 1 Mbps.
Angka ini direncanakan akan ditingkatkan menjadi 100 Mbps pada 2015 pada setidaknya 99% rumah penduduk, perusahaan, dan kantor pemerintah.
Sementara itu, pemerintah Jerman memilih langkah yang serupa dengan Finlandia. Dalam German Federal Goverment’s Broadband Strategy ditargetkan bahwa pada akhir 2010 seluruh Jerman harus terhubung ke jaringan dengan kecepatan akses 1 Mbps per user dan ditingkatkan menjadi 50 Mbps pada 2014 untuk minimal 75% rumah tangga.
Sumber: bisnis.com

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed