Cita Rasa Konro Bakar Berbalut Bumbu Sate


Dari jarak satu meter, aroma daging sapi dengan lumuran berbagai rempah sudah tercium dari salah satu stan kuliner di Straits Kitchen Mall Trans Studio. Kuah yang diserok dengan sendok sup besar menyemburkan asap yang kian menguatkan aroma itu. Seorang pelayan terlihat sibuk menyajikan iga sapi. Pelayan lainnya mengambil bumbu sate, lalu melumuri iga sapi tersebut. Sementara pelayan yang lain sedang menyiapkan sepiring nasi, gelas, serta jeruk nipis. “Ini yang tak boleh ketinggalan, jeruk nipis,” kata Iwan Wuraran, pemilik stan kuliner bernama Konro Bakar Kukana itu. Jeruk nipis adalah salah satu yang khas dari masakan Makassar. Menurut dia, hampir semua masakan daerah ini wajib ditemani perasan jeruk nipis.

Pekan lalu, di Mall Trans Studio dibuka¬†food court yang khusus menyajikan menu masakan khas Makassar. “Kami ingin memanjakan pengunjung, khususnya wisatawan yang datang ke Trans Studio. Mereka kini tak perlu pergi jauh jika ingin mencicipi menu masakan khas Makassar,” kata Eka Firman Ermawan, Direktur Trans Kalla Makassar. Di Straits Kitchen, hadir 12 gerai kuliner favorit ala Makassar. Salah satunya adalah kedai milik Iwan yang menyajikan konro bakar itu. Ini merupakan kreasi dari masakan konro yang terbuat dari bahan dasar iga sapi.

Cara membuatnya, kata Iwan, iga sapi direbus dalam kuah yang dicampur dengan bumbu yang telah ditumis. Bumbu ini merupakan campuran kayu manis, cengkeh, lengkuas, bawang merah, bawang putih, merica, pala, kluwak, serai, daun salam, dan gula merah. Iwan mengatakan, perpaduan rempah dalam bumbu ini sangat khas Makassar.

Iwan juga sangat memperhatikan kualitas bahan. Kluwak diambil dari Makassar karena dianggapnya memiliki kualitas terbaik. Adapun gula merah yang dipakai adalah gula dari Kabupaten Jeneponto. “Gula Jeneponto aromanya harum. Keunggulan yang lain, bersih. Jadi, tidak perlu disaring,” kata Iwan yang juga mengembangkan menu ini di Jawa Timur, daerah asalnya.

Iga sapi direbus hingga kuahnya mendidih. Jangan lupa membubuhi garam dan gula merah secukupnya. Setelah empuk, iga sapi diangkat lalu dibakar menggunakan arang. Iwan mengatakan, iga sapi ini dibakar agar teksturnya lebih kering. Setelah dibakar, iga sapi lalu dilumuri bumbu sate, yang terbuat dari campuran gula merah dan kacang goreng.

Iga sapi yang berlumur bumbu sate disajikan terpisah dengan semangkuk kuah tadi, ditambah sepiring nasi. Cara menyantapnya bisa dengan memakan iga sapi bersama bumbu satenya dulu, lalu menyeruput kuahnya. Kuah konro pas ditambahkan dengan kecap manis, perasan jeruk nipis, dan sambal. “Mencicipi konro bakar ini rasanya lebih renyah dan perpaduan dengan bumbu sate sangat pas,” ujar Mulyadi yang juga mencicipi menu itu di Konro Bakar Kukana.

Food Court Straits Kitchen menyediakan banyak menu favorit warga Makassar. Eka Firman Ermawan, Direktur Trans Kalla Makassar, mengatakan, sesuai dengan namanya, Straits Kitchen dimaknai sebagai dapur selam. Penamaan ini sesuai dengan Kota Makassar yang terkenal dengan kebahariannya.

Berbagai menu andalan disajikan di sini. Semua pada dasarnya sudah memiliki pusat rumah makan atau katering yang terkenal. Selain Konro Bakar Kukana, ada Studio Chicken, Coto Makassar, Sop Ubi Datu Museng, Warkop Lagaligo, Bebek Goreng Kampung, Rumah Makan Borobudur, Sop Lidah Lamuru, Mie Awa, Ayam Bakar Tolak Pinggang, Otak-otak Ibu Elly, dan Bakso Unggul.

“Kami tidak melupakan kuliner Makassar yang kelezatannya tak perlu diragukan,” kata Eka. Area makanan yang terletak di lantai dasar Mall Trans Studio ini mematok harga yang tak jauh berbeda dengan harga di rumah makan yang asli. Misalnya, menu ayam bakar tolak pinggang, yang harga di rumah makan sebesar Rp 40 ribu, di Straits Kitchen dihargai Rp 45 ribu per porsi.

Tip Memilih Iga Sapi

  • Tekan daging iga sapi dengan jari. Jika masih terasa kenyal, berarti daging iga cukup baik.
  • Hindari daging iga yang telah berlendir atau berbau tidak semestinya (busuk).
  • Perhatikan lapisan lemak pada daging iga. Jika terlalu tebal, terdapat lapisan berwarna putih, keras seperti urat, daging iga akan lebih alot. Sehingga, membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya. Akibatnya, rasanya menjadi kurang lezat.



Sumber berita: tempo interaktif.com dan redaksi

Sumber gambar: anton-hermansyah.blogspot.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • Admin: Assalamualaikum Wr Wb Bapak bisa mengunjungi situs http://www.kopirolling.web.id/products...
  • Admin: Ibu bisa mengunjungi website http://omahpermen.blogspot.com/...
  • Admin: Alamatnya Dukuh Karangjati RT 04/RW V, Karanggeneng, Boyolali....
  • Admin: Amin......
  • Agung: Semoga cita2 besar Kang Yosa tercapai. Semoga jahe merah ini menjadi identitas untuk Kabup...