Peluang Bisnis Produk Halal dan Busana Muslim di Rusia


Bisnis produk makanan halal dan busana muslim berpeluang besar untuk dipasarkan di Rusia, seiring dengan menggeliatnya komunitas masyarakat Islam di negara tersebut. Saat ini penduduk Rusia mencapai 148 juta jiwa. Dan 24 juta orang (19%) adalah pemeluk agama Islam. “Komunitas masyarakat Islam di Rusia saat ini tengah gencarnya melakukan berbagai kegiatan, setelah selama satu abad terkungkung dalam era komunis,” kata Hamid Awaludin, Duta Besar RI untuk Rusia, hari ini di Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Hamid menuturkan hubungan komunitas masyarakat Islam Rusia dengan pemerintah Indonesia saat ini sangat baik. Ini ditandai dengan banyaknya warga muslim dari negeri itu mempelajari berbagai hal terkait dengan masalah Islam di Indonesia. “Pimpinan komunitas masyarakat Islam itu berpesan kepada saya, agar pengusaha Indonesia yang memproduksi makanan halal (halal food), untuk mengekspornya ke Rusia, untuk memenuhi kebutuhan anggotanya,” ujar Hamid yang didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat.

Selain makanan, lanjutnya, busana muslim juga berprospek cerah di negeri itu. Beberapa waktu lalu, katanya, KBRI Moskow mengundang sejumlah desainer busana muslim Indonesia untuk mengadakan show dan pameran di sana. “Sambutan masyarakat Islam di Rusia cukup bagus. Karena mereka menilai busana muslim hasil rancangan desainer Indonesia banyak variasi dan modis, serta lebih modern,” ungkapnya.

Hamid sengaja datang ke Indonesia dan bertemu dengan jajaran pejabat Kemenag, untuk menyampaikan keinginan para warga muslim Rusia tersebut. Dia juga menuturkan jumlah turis Rusia ke Indonesia meningkat tiap tahun. Pada 2008, katanya, sekitar 48.000 orang. Dan 2009 naik menjadi 60.000 orang. Tahun ini ada sekitar 90.000 orang turis Rusia.

“Cuma mereka lebih banyak berkunjung ke Bali dengan mencarter pesawat sediri. Rencanya kuartal pertama 2011, akan ada penerbangan langsung dari Rusia ke enam kota besar di Indonesia. Diharapkan kunjungi turis asal negeri itu juga meningkat,” ungkap Hamid. Masa tinggal para turis tersebut cukup lama di Indonesia, berkisar 7-14 hari. “Mereka juga tipe orang yang suka berbelanja,” tambahnya.



Sumber : bisnis-jabar.com

Sumber gambar : bestwaytoinvest.com

Leave a Comment

Switch to our mobile site