Aneka Produk Olahan dari Pisang


produk olahanPernahkah Anda merasakan kopi pisang? Ini adalah kopi pengganti berbahan dasar pisang. Anggota Kelompok Wanita Tani Seruni Desa Gamelan, Sendangtirto, Sleman, Yogyakarta, berhasil menjadi produk ini sebagai sesuatu yang diminati masyarakat. Kopi jenis ini berbahan dasar pisang uter. Tanamannya tumbuh baik di berbagai jenis lahan. Rasanya manis, bentuknya menyerupai pisang batu. Namun bijinya relatif lebih sedikit. Pisang uter biasanya hanya digunakan sebagai pagar hidup dan diambil daunnya untuk pembungkus. Atau jika diolah, pisang jenis ini biasanya hanya digoreng atau dijadikan ceriping pisang dengan nilai jual yang rendah dibanding olahan produk pisang jenis lain.

Namun di tangan ibu-ibu dari Sleman ini, pisang uter bisa dijadikan bahan sambal goreng pisang, steak pisang jantung, atau tepung pisang. Pisang yang dulu tidak berharga, kini meningkat menjadi tiga lipat.

Kreativitas ibu-ibu tak berhenti di sana. Limbah kulit pisang bisa menjadi andalan komiditi baru; kerupuk kulit pisang. “Ide awalnya setelah saya melakukan eksperimen dengan limbah pisang. Setelah diolah ternyata limbah pisang saja bisa menghasilkan,” ujar Ratna Prawira, anggota Kelompok Wanita Tani Seruni.

Cara membuat kerupuk kulit pisang ternyata tidak sulit. Pertama memisahkan kulit pisang. Kemudian direndam dan direbus. Tapi pisangnya jangan dibuang. Pisang yang telah bersih, kemudian diparut dan dikeringkan. Ini yang akan menjadi tepung pisang. Bisa juga dibuat aneka jenis kue.

Untuk bumbu kerupuk pisang cukup sederhana. Hanya menggunakan tepung tapioka, garam, dan bawang putih yang ditumbuk hingga halus. Sedangkan kulit pisang kemudian diblender sampai halus dan dicampur dengan bumbu. Jadilah adonan yang siap menjadi kerupuk kulit pisang. Terakhir, kerupuk itu dijemur dan digoreng.

Dengan label dan pengemasan menarik, kerupuk kulit pisang langsung merambah pasar dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Yogyakarta. “Alhamdulillah, penjualan kami sekarang sudah mencapai 100 bungkus per hari. Dijual di berbagai swalayan dan instansi di Yogyakarta. Kami juga menjualnya di pasar online,” tambah Ratna.



Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi

Sumber gambar: ahmad-roni.blogspot.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • erik kusumah: Boleh minta alamat dan no tlp ksu keju boyolali ga?...
  • koko: Maaf, apakah saya bisa minta materi mengenai aspek perpajakan di bidang Perdagangan? Terim...
  • Cinung Ca: Ini brp hrganya...
  • Milkanknit: Perkembangan teknologi ternyata juga bermanfaat untuk inovasi kerajinan terutama kerajinan...
  • Milkanknit: Ternyata ditangan-tangan yang terampil berbagai macam kerajinan dan pakaian....