Investasi di Hortikultura Tak Perlu Lahan Luas
Investasi di hortikultura? Ini memang belum populer. Jadi, Indonesia Festival Horticulture 2011 (Pekan Flora dan Flori Nasional) yang digelar di Pantai Matahari Terbit, Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali pada 18-22 November bisa menjadi promosi.
Bahkan, Direktur Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian Hasanuddin Ibrahim pada jumpa pers, sore ini di Sanur Village, Denpasar, mengakui hortikultura pun belum banyak dikenal masyarakat luas.
“Masyarakat masih awam dengan hortikultura. Padahal tanaman nanas, manggis itu masuk horti bukan perkebunan. Maka kami berharap pameran ini mampu memperluas pengertian hortikultura, apalagi digelar di lokasi wisata yang menarik,” kata Hasanuddin.
Ia pun mengajak sejumlah calon investor untuk tertarik di bidang horti ini. Ia mengilustrasikan investasi di horti ini tak perlu lahan luas, satu hektar untuk cabe membutuhkan investasi Rp 70 juta.
Bahkan peluangnya, satu hektar kebun jambi biji bisa menghasilkan pendapatan Rp 12 juta per bulan. “Menarik, kan,” ujar Hasanuddin.
Apalagi, tambahnya, Indonesia masih nomor satu eksportir manggis dan nomor tiga untuk nanas. Ia mengajak untuk menjaga agar tidak diambil kedudukannya oleh negatra lain, seperti Thailand.
Pada festival ke dua ini bakal ada jambore hortikultura. Sejumlah varietas ditanam langsung sebagai display sebanyak 126 varietas.
Sumber : regional.kompas.com
Sumber gambar : topnews.net.nz

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed