Industri Perbenihan Tanaman Hias Masih Memprihatinkan


Industri perbenihan tanaman hias cukup memprihatinkan. Hal itu ditandai dengan pelepasan varietas tanaman hias sejak 1998-2011yang jumlahnya masih relatif sedikit  jika dibandingkan dengan tanaman buah dan sayuran.

Sementara banyak potensi keragaman plasma nuftah tanaman hias yang belum digali dan dikembangkan menjadi varietas unggul yang bisa memiliki daya saing baik domestik maupun global.

Ketua Laboratorium Pemuliaan Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian yang juga Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Benih  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) Malang, Prof. Lita Soetopo, mengatakan selama kurun 1998 sampai 2011 hanya terdapat 15 jenis tanaman hias yang dilepas diantaranya anggrek, anthurium, anyelir, gladiol, krisan lili, sedap malam, mawar, dan melati.

“Dan berdasarkan data pada 2010 menunjukkan hanya benih gladiol, mawar, dan melati yang tidak diimpor. Sedangkan untuk benih lainnya masih harus mendatangkan dari luar negeri,” kata Lita di Malang hari ini.

Bila dicermati, ujar dia, terlihat jika ketersediaan benih untuk tanaman hias jenis anggrek, gladiol, krisan, mawar, melati, dan sedap malam ternyata masih jauh di bawah sasaran kebutuhan dan produksi.

Anggrek misalnya, jumlah kebutuhan mencapai 27,16 juta, namun produksinya hanya sebanyak 23,16 juta, dengan ketersediaan benih dalam negeri mencapai 15,69 juta dan impor 1,6 juta. Sedangkan gladiol, kebutuhan mencapai 11,26 juta, produksi hanya 1,36 juta, dengan angka ketersediaan benih dalam negeri hanya 865.390, dan tidak disuplai benih impor.

Dibandingkan dengan komoditas lainnya, tingkat kebutuhan benih krisan relatif tinggi yakni mencapai 507,92 juta, sementara produksi hanya sebesar 125,97 juta, dengan ketersediaan benih dalam negeri sebanyak 100,14 juta, dan impor 188.000.

“Keadaan industri perbenihan tanaman hias dibandingkan dengan tanaman buah dan sayuran, relatif memprihatinkan. Penelitian, perakitan, dan pelepasan varietas unggul tanaman hias jauh tertinggal dibandingkan buah-buahan dan sayuran,” tambahnya.

Padahal, lanjutnya, plasma nuftah terutama untuk jenis tanaman anggrek dendrobium, bulbophyllum, paphiopedilum, dan jenis anggrek unik lainnya melimpah ruah.



Sumber : bisnis.com

Sumber gambar : bisnisukm.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • erik kusumah: Boleh minta alamat dan no tlp ksu keju boyolali ga?...
  • koko: Maaf, apakah saya bisa minta materi mengenai aspek perpajakan di bidang Perdagangan? Terim...
  • Cinung Ca: Ini brp hrganya...
  • Milkanknit: Perkembangan teknologi ternyata juga bermanfaat untuk inovasi kerajinan terutama kerajinan...
  • Milkanknit: Ternyata ditangan-tangan yang terampil berbagai macam kerajinan dan pakaian....