Integrated Marketing Communications, Jurus Two Way Marketing


Perusahaan Anda memiliki produk yang bagus, layanan yang prima; bukan hanya bagus dan prima namun juga sangat inovatif, tidak ada duanya di pasaran. Perusahaan Anda juga tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya promosi demi suksesnya produk dan atau layanan Anda yang akan ditandai dengan kenaikan penjualan dan pangsa pasar dari waktu ke waktu. Namun bukannya sukses, ternyata hasil yang diharapkan jauh dari harapan, sales tidak berjalan lancer atau cenderung menurun, dan rupanya niat merebut pangsa pasar tinggal menjadi impian. Apa gerangan yang salah?

Anda bertanya. Bisa jadi ”komunikasi” anda yang kurang tepat atau salah terhadap para calon pembeli, konsumen. Anda perlu menerapkan Integrated Marketing Communications (IMC) sesuai dengan definisi di atas, untuk memaksimalkan sinergi dari semua unsur marketing communications sehingga diperoleh dampak yang kuat, besar dan berkesinambungan bagai gelombang di lautan. IMC adalah berbicara kepada orang-orang yang membeli atau tidak membeli berdasarkan atas apa yang mereka lihat, dengar, rasakan bukan hanya semata-mata tentang produk atau layanan.

Itu berarti perlunya memperoleh tanggapan, tidak sekedar monolog, one-way. Semua pesan atau berita komunikasi marketing seperti halnya advertising, sales promotion, direct marketing, public relations, special events, trade shows, bertujuan satu yaitu menempatkan bagian terpenting dari informasi yang ingin kita sampaikan di benak konsumen atau pemakai dengan harapan akan memengaruhi keputusan mereka dalam membeli saat itu atau di saat yang akan datang.

Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah komunikasi yang perlu dikembangkan bukan lagi one way, namun two ways yang memberikan kesempatan kepada konsumen memberikan tanggapan dan sebaliknya memberikan kita kesempatan sebagai pemasar menerima tanggapan sehingga kita dapat mengukur efektivitas dari komunikasi kita. Komunikasi two-ways ini biasa disebut relationship marketing, dan relationship marketing hanya dapat dicapai dengan penerapan Integrated Marketing Communications (IMC).

Don Schultz, bersama dengan Stanley I Tannenbaum dan Robert F Lauterborn dari Northwestern University dan University of North Carolina, dalam buku mereka Integrated Marketing Communications (NTC Business Books) membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan IMC, antara lain: strategy direction (arah strategi), capturing the imaginationmeasuring the IMC, effective two way communication.

Strategy direction, berbicara tentang fokus, kepada siapa Anda ingin berkomunikasi, yaitu orang-orang yang berpotensi untuk membeli produk atau memakai jasa layanan Anda. Kepada merekalah strategi komunikasi ditujukan, bukan kepada semua khalayak ramai. Capturing the imagination, bagaimana kita mengomunikasi kepada mereka sehingga mereka dapat membayangkan pesan kita.

Measuring the IMC, Indikasi efektif tidaknya IMC yang kita jalankan tentu dengan ditandainya calon pembeli, membeli produk dan atau jasa layanan kita, dan bukan saja membeli satu atau satu kali namun beberapa atau berulang kali. Namun tidak serta merta demikian tentunya, ada proses yang lazim sampai tiba di keputusan dan sikap membeli, awareness knowledge preference conviction purchase behavior.

IMC tidak hanya berhenti di situ namun berlanjut setelah behavior (transactions), commitment (partialtransactions), brandrelationships(affiliations), attitudes (attitudes), network brand and category (network). Effective two-way communication, tidak saja diperlukan untuk memperoleh tanggapan langsung terhadap produk dan atau jasa layanan yang kita tawarkan, namun juga dalam rangka menjalin network dengan konsumen atau yang sudah menjadi pelanggan. Jenis atau kategori produk dan jasa layanan tentunya berbeda-beda, dari high-end dan expensive products sampai low-end dan relatively cheap products

IMC tidak saja mengintegrasikan semua saluran komunikasi namun juga semua unsur komunikasi yang terkait, dengan pesan yang kuat,konsisten dan efektif, sama halnya dengan kita menjaring ikan memakai jala yang lebar dan rapat, tidak ada ikan yang lolos, bukan hanya sekedar memancing dengan sebuah alat pancingan.



Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi

Sumber gambar: brandreact.com

Leave a Comment

Switch to our mobile site