Investor Hong Kong Bangun Pabrik Pengolahan Singkong di Indramayu


Nest Fortune Limited, perusahaan pengolahan singkong asal Hong Kong, menanamkan modal US$6 juta untuk membangun pabrik pengolahan singkong industri di Kabupaten Indramayu, Jabar.

Rencana investasi itu dituangkan dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani oleh CEO Nest Fortune William Yeung dan Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Marwah Daud Ibrahim.

Penandatanganan MoU disaksikan Menperin MS Hidayat dan wakil dari Pemkab Indramayu di sela-sela International Conference on Asean SMI’s Cassava Products di Nusa Dua, Bali, hari ini.

Marwah mengatakan Nest Fortune siap menginvestasikan US$6 juta guna merealisasikan pabrik pengolahan singkong yang akan menghasilkan cip singkong (cassava strated) dan modified cassava flour (mocaf).

Adapun, Pemkab Indramayu yang akan menyediakan lahan seluas 6.000 hektare untuk lahan dan fasilitas produksi bagi perusahaan Hong Kong tersebut.

“Nest Fortune hanya salah satu dari sejumlah investor asing lokal yang berminat mengembangkan pengolahan singkong di beberapa daerah potensial,” katanya seusai penandatanganan MoU.

Menurut Marwah, investor dari Korea Selatan berencana membangun pabrik etanol di Sulsel , dan satu investor asing lain akan membangun pabrik mocaf dan tapioka di Kutai Kertanegara, Kaltim.

“Ada juga investor dari Jepang dan China yang menjajaki investasi di beberapa daerah,” ungkapnya.

Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin Euis Saedah mengatakan investasi Nest Fortune di Indramayu akan menjadi proyek percontohan bagi pengembangan industri berbasis singkong di daerah lain.

“Saat ini ada delapan provinsi yang ingin mengembangkan industri berbasis singkong di daerahnya. Ini menjadi peluang, baik bagi investor lokal maupun asing,” ujarnya.



Sumber : bisnis.com

Sumber gambar : mediaindonesia.com

Leave a Comment

Switch to our mobile site