Investasi di Sektor Hilir Pertanian Jadi Tren di Asia
Sektor pertanian menjadi tulang punggung ketersediaan makanan bagi seluruh dunia. Asia, termasuk Indonesia, sebagai wilayah yang merupakan pemain besar penyedia pangan dunia mulai memperlihatkan tren menuju hilirisasi industri pangan.
“Sekarang sudah ada lebih 1.000 perusahaan pemrosesan makanan di Indonesia. (Pertumbuhannya) menjadi tren di Asia. Karena pada akhirnya trennya merupakan impor dan banyak memproduksi produk agrikultur dan ini harus diproses menjadi makanan. Dibutuhkan perluasan industri pengolahan untuk mengakomodasi itu. Kami melihat akan ada perluasan di sektor itu,” ungkap Managing Director Head of Food and Agribusiness Research and Advisory Asia Rabobank International, John Baker, ketika bicara tentang outloook pangan Indonesia dan dunia di Jakarta, Kamis (17/11).
Dalam pemaparannya, Baker mengungkapkan sektor yang tumbuh pesat di Indonesia belakangan ini merupakan produk mi, minuman kaleng, dan roti (bakery). Diperkirakan, konsumsi produk tersebut akan tumbuh hingga 4-5% per tahun dalam lima tahun ke depan.
Baker menggambarkan nilai pasar mi di Indonesia mencapai US$1,95 miliar pada tahun lalu, 93% di antaranya merupakan penjualan mie instan. Produksi mie pada 2010 pun terlihat cukup baik 1,44 juta ton.
Produk roti, biskuit, dan sereal juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik dengan prediksi pertumbuhan industri sereal paling baik. Baker memperkirakan pertumbuhan industri sereal akan mencapai 11% pada 2015.
Peluang industri untuk tumbuh sendiri cukup tinggi dengan tingkat konsumsi Indonesia yang cukup rendah, jauh di bawah konsumsi roti di Inggris, bahkan di bawah konsumsi Malaysia atau Vietnam dengan angka di bawah US$4 miliar.
Produk minuman ringan, dijelaskan Baker, juga akan tumbuh cukup baik. Tahun lalu, penjuala minuman ringan mencapai 17,5 juta liter atau senilai US$ 6,5 miliar. Air mineral dalam botol mendominasi penjualan yakni sebesar 83%, disusul teh botol dan minuman berkarbonisasi.
Di segmen tersebut, diperkirakan minuman berenergi yang akan mendominasi pertumbuhan. “Sektor ini bisa tumbuh 15% pertahun dalam lima tahun ke depan didorong gaya hidup perkotaan dan jadwal yang sibuk,” kata Baker.
Di luar itu, sektor yang diperkirakan akan tumbuh seiring kebutuhan domestik yang besar merupakan peternakan unggas dan sapi. Seiring dengan itu, pakan ternak juga akan semakin dicari.
Sumber : mediaindonesia.com
Sumber gambar : bisnis.com

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed