Passion Saja Tak Cukup untuk Sukses!
Harus diakui membangun bisnis memang tak mudah, jika dibandingkan dengan menjadi seorang pegawai kantoran. Butuh perjuangan yang panjang dan berat untuk memulainya.
“Semua orang yang akan memulai bisnis atau wirausaha pasti akan mengalami jatuh bangun dan perjuangan berat. Namun, itulah proses yang harus dilewati dan suatu saat kita akan puas setelah melihat semuanya berjalan sesuai dengan harapan dan cita-cita kita,” ungkap Iim Fahima, CEO perusahaan jasa komunikasi digital, Virus Communication, dalam acara Women In Business Conference 2011, di Citywalk Sudirman.
Fase berat dan jatuh bangun merintis usaha Virus Communication sudah dilalui Iim. Kini, ia berbagai langkah-langkah dan cara untuk mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis.
Tidak cukup hanya passion. “Bisnis tidak hanya sekadar passion, tapi juga butuh keahlian dalam suatu bidang. Karena dengan adanya keahlian dan keinginan untuk terus maju dan belajar, secara otomatis kita sudah punya passion di situ,” beber perempuan berkerudung ini. Jangan pernah puas dengan ilmu yang Anda miliki, teruslah “lapar” akan ilmu dan keahlian sehingga bisnis Anda bisa berkembang.
Total. Ketika memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, jangan pernah setengah hati untuk menjalankannya. Fokuslah dan berjuang dengan total untuk membangunnya. “Jangan berhenti hanya karena dicela orang lain, atau karena sakit atau hal lainnya yang bisa membuat semangat Anda kendur,” tambah istri dari Adhitia Sofyan ini tegas. Dalam kamus Iim, “focus on the game” merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selagi membangun usaha.
Tetapkan tujuan. Satu hal yang sering dilupakan ketika memulai bisnis adalah adanya tujuan yang pasti dan nyata mengapa Anda ingin mendirikan bisnis ini. “Tujuan saya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menciptakan lapangan kerja untuk menyejahterakan karyawan saya dan keluarga mereka,” tukas ibu dari Maleeka Kendra Adhitia ini. Sebisa mungkin buatlah tujuan bisnis Anda agar kesuksesan Anda bermanfaat bagi Anda dan orang lain, jadi tidak semata-mata untuk mencari materi saja.
Siapkan strategi bisnis. Strategi bisnis sangat dibutuhkan untuk mendukung usaha Anda agar berkembang. Terapkan strategi yang masuk akal, dan mudah dilakukan. Tentukan dengan jelas cara promosi apa yang akan dilakukan, dan juga target market dari bisnis Anda.
Menikmati proses. Tak ada kesuksesan yang datang dengan instan, semuanya butuh proses. “Ada saatnya bisnis Anda akan naik, dan ada kalanya juga turun. Namun, itulah nilai seninya. Nikmati saja semua proses itu, dan terus berusaha untuk menjalankan bisnis dengan semangat, jangan sampai menyerah di tengah jalan,” beber Iim.
5 Cara Menemukan Passion
Kita selalu disarankan untuk menemukan passion, agar kita bisa melakukan sesuatu yang memang kita sukai. Karena, percuma bila kita memiliki gaji yang tinggi tetapi tidak menikmati pekerjaan yang kita lakukan bukan?
Namun, tak semua orang mampu menemukan passion-nya secara langsung. Seringkali kita masih merasa goyah, benarkah ini yang saya inginkan? Kita ingin dibantu untuk menemukan hasrat kita yang terdalam untuk membuat kehidupan kita lebih bermakna. Bila Anda berniat menemukan passion ini untuk membangun usaha yang Anda cita-citakan sejak dulu, coba ikuti lima latihan berikut.
1. Coba ingat, apa yang suka Anda lakukan ketika masih kecil?
Rob Levit, pakar kreativitas (kalau mengutip istilah Yoris Sebastian mungkin “creative junkie“), speaker, dan konsultan bisnis dari Annapolis, Md, menyarankan Anda untuk membuat daftar hal-hal yang senang Anda lakukan ketika masih kecil. Sebab menurut Levit, “Penelitian membuktikan, ada banyak hal yang bisa ditemukan dalam permainan, bahkan sebagai orang dewasa.”
Coba kunjungi beberapa acara, aktivitas, atau makanan yang Anda sukai ketika masih kecil. Tanyakan pada diri Anda: hal apa dari masa kecil tersebut yang bisa dilakukan ke dalam kehidupan Anda sekarang? Bagaimaan pengalaman di masa lalu tersebut membentuk pilihan karier Anda sekarang?
2. Buat sebuah “papan kreativitas”
Michael Michalko, pakar kreativitas dan penulis buku ThinkPak, menyarankan, ambil sebuah papan tempelan yang besar, lalu letakkan kata-kata “bisnis baru” di tengah-tengahnya. Kemudian, buat suatu kolase gambar, ungkapan-ungkapan, artikel, puisi, dan inspirasi lain.
“Ketika Anda mengelilingi diri Anda dengan gambar-gambar dari tujuan Anda -misalnya akan menjadi seperti apa Anda nanti, atau apa yang ingin Anda ciptakan- kesadaran dan passion Anda akan tumbuh,” katanya.
Begitu papan tersebut berkembang dan menjadi lebih fokus, Anda bisa mulai mengenali apa yang hilang. Lalu mulai membayangkan cara untuk mengisi kekosongan dan mewujudkan visi Anda.
3. Buat daftar tokoh-tokoh yang menginspirasi Anda
Cari tahu orang-orang yang telah meraih kesuksesan di bidang yang ingin Anda tekuni. Misalnya begini, selama resesi, banyak orang berpaling dari bisnis properti karena mereka berpikir bidang tersebut sudah mati. Namun Levit meyakini, itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk terjun ke bisnis properti. Karena, apapun bisnisnya, selalu ada orang-orang yang sukses menjalaninya. Pelajari bagaimana mereka meraih kesuksesan, dan mengapa mereka mampu mempertahankan kesuksesannya ketika orang lain gagal. Kemudian bangun sebuah struktur untuk menirunya.
“Kalau Anda ingin menjadi kreatif, susun rencana yang formal dan teliti. Bukan rencananya yang kreatif, tetapi proses yang Anda jalani lah yang membuka begitu banyak kemungkinan,” papar Levit.
4. Mulailah melakukan apa yang Anda sukai, meskipun tanpa business plan
Memulai bisnis adalah masalah keberanian. Banyak orang yang merasa tak siap bila tidak memiliki perencanaan bisnis secara ekstensif dan tertulis, termasuk investor yang siap menghujani Anda dengan dana. Namun, ide-ide mereka tak pernah hidup, kata Cath Duncan, pakar kreativitas yang berbasis di Calgary, Canada.
Akan lebih baik bila Anda melakukan apa yang Anda sukai, meskipun Anda belum memperhitungkan bagaimana menguangkan hobi Anda tersebut. Pelajari apa yang akan terjadi bila Anda bekerja di area yang menggairahkan Anda. Bangun jaringan bisnis Anda, dan mintalah feedback yang bisa membantu Anda mengembangkan dan menyempurnakan business plan Anda. Menurut Duncan, kegembiraan karena melihat perbedaan yang terjadi akibat kontribusi Anda akan memicu kreativitas Anda.
5. Lupakan dulu ide untuk berbisnis
Kadang-kadang, pikiran kita perlu dibebaskan dari rencana-rencana untuk berbisnis tersebut. Anda bisa mencoba melakukan hal-hal lain yang membuat Anda rileks, entah itu menulis, memasak, berolahraga… apa saja yang Anda sukai. Setelah berlibur secara “mental” untuk memanjakan kesukaan Anda, Anda bisa kembali ke rencana yang telah Anda susun. Lalu, tulislah ide-ide bisnis yang mulai terpikir oleh Anda.
“Anda akan terkejut betapa segar ide-ide Anda,” kata Levit. “Mengamati benda-benda yang indah, seperti seni dan alam, bisa menciptakan koneksi yang sering kita abaikan.”
Sumber : female.kompas.com
Sumber gambar : jajanenak.com

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed