Potret Kisah 24 Wirausahawan Muda Mandiri
Banyak orang tersesat di ruang “kerja” yang salah dan bertahun-tahun membiarkan dirinya terkunci di sana. Sementara anak-anak muda yang dibahas dalam buku ini menemukan masa depan dengan cara yang berbeda. Mereka sadar, kerja keras diperlukan, tetapi masa depan tidak ditentukan oleh ijazah. Ijazah atau sekolah hanyalah potensi belaka. Sedangkan masa depan harus didatangi.
Masa depan bak sebuah pintu yang harus dicari dan diketuk berkali-kali sampai “seseorang” membukakannya. Itu pun belum jaminan bahwa itulah pintu yang dicari. Mereka bersusah payah menemukan pintu itu, dan sekarang mereka telah mendapatkannya.
Menjadi pegawai boleh jadi adalah jalan pintas menuju “kemapanan”. Sayang sekali, “kemapanan” yang diinginkan ternyata hanyalah sesuatu yang semu. Banyak dari kita yang bekerja sebagai pegawai, entah di instansi pemerintah atau di perusahaan swasta. Bahagiakan kita? Untuk sebagian orang, mereka merasa telah berada di zona nyaman mereka. Buat sebagian yang lain akan berpikir bahwa sekeras apapun mereka bekerja, gaji yang diterima akan tetap dan mereka hanya akan memperkaya orang lain; dalam hal ini adalah pemilik perusahaan. Mereka kemudian meneriakkan: Saya lelah jadi pegawai! Berbekal sedikit pengetahuan kewirausahaan, mereka memilih berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri.
Buku ini memotret kisah 24 orang wirausaha muda dalam membangun, mempertahankan, dan mengembangkan bisnis yang telah mereka temukan sejak masih kuliah. Anak-anak muda, agen perubahan dalam lingkungannya ini, tidak memulainya dari modal besar, melainkan dengan merangkai keping demi keping semangat, pengetahuan, dan keberanian. Mereka sempat stagnan, jatuh, bahkan gagal. Di tengah jalan, selalu saja muncul berbagai rintangan. Tetapi kisah perjalanan bisnis mereka yang merintis usaha dari nol kemudian mencapai sukses tetap menarik untuk disimak. Terlebih jika kisah tersebut dilakoni mereka yang berusia muda. Tetapi yang membuat mereka berhasil adalah keberanian untuk bangkit.
Setiap usaha tentu mengandung risiko. Wirausahawan muda tidak mundur setelah mengetahui risiko, tetapi mencari cara untuk meminimalkan risiko dan keluar dari kesulitan. Pada setiap rupiah kerugian, menetes air mata pembelajaran sehingga lebih berhati-hati di kemudian hari.
| Judul | : |
Wirausaha Muda Mandiri |
| Penulis | : |
Rhenald Kasali |
| Penerbit | : | Gramedia Pustaka Utama |
| Tebal | : | 316 Halaman |
| Terbit | : | Desember 2011 |
| Dimensi | : |
15 x 23 cm |
Sumber : bukudiskon.com dan redaksi
Sumber gambar : gramediapustakautama.com

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed