Membangun Tim yang Kuat dan Memperoleh Komitmen Mereka


Banyak faktor yang menunjang keberhasilan dan perkembangan sebuah perusahaan. Pertama, strategi yang tepat, baik yang berskala corporate maupun division atau department, khususnya marketing.

Kedua, orang-orang yang tepat terutama mereka yang berada di pasar atau di lapangan yang berhadapan langsung dengan pelanggan maupun calon pelanggan. Ketiga, permodalan yang menunjang baik modal sendiri maupun berasal dari pinjaman.Dengan kata lain,faktor-faktor intern (controllable) yang lazim disebut empat ‘M’ pilar bisnis: man,material, money, and machinery.

Faktor luar juga bisa ikut menunjang keberhasilan sebuah perusahaan seperti situasi dan kondisi yang berpihak pada momentum yang tepat, orang menyebutnya hoki; unsur good luck. Semua sumber daya, diolah dan dikelola untuk mencapai sebuah sasaran, dan itu terkait dengan manajemen dan strategi (M yang ke-5: method). Strategi yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal, dalam kerangka waktu yang lebih singkat atau cepat.

Strategi yang salah dapat menyebabkan bukan saja tidak mencapai sasaran akan tetapi menghancurkan atau menghabiskan semua sumber daya yang sudah di tangan. Dari semua sumber daya, unsur manusia sangat memegang peranan,karena manusia yang membuat strategi, dan manusia pulalah yang melaksanakannya.

Boleh saja strategi telah begitu rupa diolah, didiskusikan, direvisi dan dianggap telah sempurna.Telah meniadakan atau mengeliminasi semua faktor penghalang atau penghambat dan sebaliknya telah memasukkan semua faktor yang menunjang, namun ketika tiba dalam pelaksanaan tidak terjadi seperti yang telah direncanakan.

Alhasil, sasaran tidak tercapai dan tidak jarang begitu rupa besarnya risiko yang harus ditanggung; bukan saja dalam hitungan uang atau materi, tetapi juga dalam hitungan waktu, dan kesempatan yang hilang. Bukankah pepatah mengatakan, kesempatan tidak datang dua kali? Mengapa terjadi demikian? Kemungkinan besar karena kurangnya atau tidak adanya komitmen (commitment) dari para pelaksana strategi.

Betapa pun hebat strategi yang telah disusun dan menjadi masterplan atau blue print, akan menjadi sia-sia ketika para pelaksana tidak memiliki komitmen terhadap strategi yang telah disusun. Oleh karena itu bagi para pembuat strategi, faktor komitmen harus menjadi perhatian dan masuk dalam perhitungan atau bagian dari strategi itu sendiri; tertulis atau tidak.

Dua orang pakar manajemen strategi, Pankaj Ghemawat, dari Harvard Business School (HBS), penulis buku Commitment, The Dynamic of Strategy (Free Press) dan Gary Dressler, dari Florida International University, Miami, seorang konsultan,penulis buku: Winning Commitment (Mc- Graw-Hill Inc) melakukan analisa yang mendalam dan mengambil beberapa kesimpulan serta menganjurkan bagaimana sementara kita membangun competitive force kita juga memenangkan commitment mereka untuk melaksanakan strategi yang telah disusun dengan cermat.

Mengapa strategi tidak berjalan dengan baik? Ternyata ada beberapa penyebabnya dari unsur manusia yang menjalankannya, diantaranya:

  • Kurang pemahaman terhadap strategi yang telah disusun apalagi yang bersangkutan bukan bagian dari pembuat strategi.
  • Perbedaan pendapat dalam melaksanakan.
  • Tidak mencari solusi bersama ketika hasil yang diperoleh berbeda dari sasaran.
  • Kehilangan gairah untuk meneruskan karena kurangnya penghargaan atau merasa tidak dihargai dalam perjuangannya sementara yang tidak ikut berjuang memetik buahnya.

Untuk menanggulangi hal ini beberapa hal yang merupakan remedy perlu ditempuh:

  1. Libatkan sebanyak mungkin para pelaksana dalam penyusunan strategi atau setidaknya di berikan penjelasan mengapa harus ditempuh strategi tersebut. Biasanya strategi apalagi dalam menghadapi pesaing bersifat confidential, tentu saja mereka-mereka yang sudah dipilih sebelumnya yang diajak berunding dalam penyusunan sebuah strategi.
  2. Pada hakikatnya strategi hanyalah sebuah cara atau proses untuk mencapai sasaran, oleh karena itu jangan terpaku baku pada strategi itu sendiri,perlu diberi ruang untuk koreksi jika memang dalam pelaksanaan– yang sesuai dengan strategi– berbeda dengan yang diharapkan. Sebaliknya, sebelum mengubah strategi perlu diyakinkan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan strategi jangan menyimpang,karena penyimpangan tentu saja menghasilkan yang lain.
  3. Libatkan semua atau setidaknya yang berada dalam satu tim, dalam mencari solusi jika strategi yang dijalankan menghadapi hambatan.
  4. Tetapkan sebelumnya apa saja reward dan punishment atas pencapaian sasaran yang tepat, lebih baik atau sebaliknya yang jauh berada di bawah sasaran, baik berdasarkan tim, dan perlu juga berdasarkan individu anggota tim, oleh karena satu saja tidak melakukan sesuai dengan strategi akan mengacaukan secara tim.
  5. Pupuklah kebanggaan bagi mereka yang berhasil menjalankan strategi dan mencapai sasaran dengan merecognize mereka secara tim maupun secara individu yang menonjol,dan jadikan mereka sebagai leaderuntuk menjalankan strategi di waktu yang akan datang.

Hanya strategi yang disertai komitmen yang akan mencapai sasaran dan untuk itu penting sekali agar setiap pelaksana memberikan komitmen mereka. Tanpa itu jangan terlalu berharap bahwa strategi Anda akan menghantar kepada kesuksesan. Mengapa tidak dimulai sekarang?

ELIEZER H. HARDJO PH.D.CM



Sumber : economy.okezone.com

Sumber gambar : archive.kaskus.us

Leave a Comment

Switch to our mobile site