Ekspor Mebel Mahoni Cirebon ke Jepang Naik
Berbagai jenis mebel berbahan kayu mahoni hasil kreasi perajin Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pesanan Jepang terus meningkat awal tahun 2012. “Permintaan pesanan mebel berbahan mahoni pesanan Jepang kini terus meningkat awal tahun 2012, padahal sebelumnya sejumlah perajin sempat gulung tikar akibat sepi pembeli,”kata Nurwanti salah seorang perajin mebel di Desa Sarabau Kecamatan Plered kabupaten Cirebon kepada wartawan di Cirebon.
Dia mengatakan, dalam satu bulan pesanan yang harus dikerjakan untuk memenuhi permintaan pabrik mebel mencapai dua kontainer, bahkan bisa lebih bergantung tenaga kerja yang ada.
Mebel berbahan kayu mahoni semakin diminati oleh konsumen karena setelah diproduksi hasilnya mampu bersaing dengan mebel kayu jati, selain itu memiliki serat kayu alami, kata dia, kekuatan mahoni cukup teruji dibandingkan kayu lain.
Ia menambahkan, sejak memasuki tahun 2011 pesanan mebel berbahan kayu mahoni terus membaik, terutama pesanan untuk pasar ekspor meski pembeli dalam negeri kini mulai meningkat dibandingkan sebelumnya. “Sejumlah perajin cukup diutungkan karena bahan kayu tersebut mudah didapatkan juga harganya masih terjangkau dibandingkan kayu jati,”katanya.
Pesanan Jepang dan Eropa diharapkan semakin meningkat sehingga mampu membangkitkan kembali usaha mebel masyarakat Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, setelah sempat anjlok akibat berbagai kebijakan pemerintaan seperti pengiriman bahan baku mentah rotan.
Produksi mebel berbahan mahoni pengerjaannya cukup mudah karena bukan jenis kayu keras, sehingga kesempatan memenuhi target pesanan masih bisa ditingkatkan, selain itu persediaan bahan baku tidak pernah mengalami kesulitan. Muhamad Anwar perajin mebel berbahan mahoni lain di Cirebon menuturkan, pesanan mebel untuk kiriman Jepang pada awal tahun 2012 terus meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Ia menjelaskan, usaha mebel di Kabupaten Cirebon sempat turun sehingga sejumlah perajin gulung tikar namun kini mereka bangkit kembali dan mampu mengirim produksinya hingga pasar ekspor meski keuntungan tidak maksimal.
Nurdian buruh lepas mebel mengaku, setelah ramai kembali pesanan mebel produksi Desa Gamel Kabupaten Cirebon dirinya bisa bekerja maksimal karena bahan utama mebel kayu mahoni mudah didapatkan dibandingkan kayu jati.
Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi
Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed