Imah Tasik Tawarkan Komoditas Unggulan Kota Tasikmalaya


Sejak dulu Tasikmalaya terkenal dengan kerajinan tangan yang tersentral di beberapa kecamatan dengan spesifikasi produk yang dikeluarkan. Ada lima produk kerajinan tangan yang telah menjadi komoditas unggulan Kota Tasikmalaya.

Kelom geulis tersentral di Gobras Kecamatan Tamansari, bordir di Kecamatan Kawalu, batik di Kecamatan Cipedes, kerajinan mendong di  Kecamatan Cibeureum dan kerajinan anyaman bambu di Kecamatan Mangkubumi.

Ada cara mudah untuk mengetahui semua jenis produk andalan itu. Tak usah berkunjung ke semua sentral kerajinan. Cukup datang ke Tasik Factory Outlet atau yang terkenal dengan Imah Tasik. Di tempat yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan sekitar 3 km dari pusat Kota Tasikmalaya itu,  semua jenis produk andalan dipamerkan setiap hari.

“Imah Tasik ini berfungsi sebagai ruang pamer dari semua jenis kerajinan tangan unggulan. Dari sini, bila pengunjung ingin pesan produk lebih besar, kita antarkan ke sentra kerajinan,” terang Maman Supratman, Pelaksana Harian Imah Tasik.

Imah Tasik berada di bawah koordinasi Dinas Koperasi, UMKM, Industri dan Perdagangan Kota Tasikmalaya dan didirikan pada 2005. Namun sayang, meski sudah cukup lama berjalan, Imah Tasik masih belum menempati outlet milik pemerintah kota.

Lokasi saat ini masih menggunakan milik pemerintah Propinsi Jawa Barat. Bahkan, untuk sekadar renovasi kecil saja harus mendapat izin dari provinsi dengan proses waktu yang cukup panjang. Sudah terlihat ada beberapa kerusakan di beberapa bagian outlet. Antara lain atap depan outlet bolong, juga dua lubang kaca-kaca berdiameter 20 cm-an seperti bekas lemparan batu. Hingga kini belum direnovasi. Memang dari penampilan gedung, sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan mall atau pusat perbelanjaan modern di sekitarnya. Gedung ini hanya bangunan tua yang direnovasi dengan luas sekitar 1×15 meter persegi.

Maman menyebutkan, idealnya Imah Tasik dibangun senyaman mungkin sehingga mampu menarik banyak pengunjung untuk mendongkrak pertumbuhan sektor UMKM. Maman juga menyebutkan, di beberapa produk unggulan itu belum terdapat roduk spesifik yang menunjukkan khas lokal Tasikmalaya. Misalnya, dalam produk batik. Seperti batik Cirebon atau batik Jogja sudah bisa ditebak meski dalam gambar kain.

Sementara batik Tasik masih belum melekat desain kekhasannya seperti apa. Selama ini, katanya, produsen masih pada tahap melayani keinginan konsumen belum pada tahap bagaimana mempertahankan kekhasan. “Padahal batik Tasik sudah cukup terkenal. Namun kekhasannya belum nampak. Semestinya produsen juga membuat kekhasan itu sehingga orang mudah mengenalinya,” kata dia.



Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi

Sumber gambar: pikiran-rakyat.com

Leave a Comment