Saatnya KUMKM Manfaatkan Peluang Pasca Investment Grade


investasiPelaku koperasi dan UMKM (KUMKM) diminta untuk memanfaatkan peluang dan kesempatan, pasca-Indonesia mendapatkan peringkat investment grade dari dua lembaga pemeringkat utang; Fitch dan Moody’s.

“Investment grade akan memberikan peluang besar masuknya investasi asing ke Indonesia sehingga pelaku KUMKM harus bisa memanfaatkan kesempatan baik ini,” kata Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, di Jakarta, Minggu (29/1).

I Wayan Dipta mengatakan, pada dasarnya sudah banyak KUMKM di Tanah Air yang telah siap untuk menjadi tujuan investor menanamkan modalnya.

Wayan mencontohkan, ada beberapa pelaku UKM yang bergerak di sektor otomotif telah berinovasi memproduksi suku cadang yang diperlukan bagi industri yang lebih besar di atasnya.

“Kita juga harus mulai menyiapkan diri termasuk UKM otomotif kita, sebab banyak sekali yang bisa kita manfaatkan,” katanya.

Pihaknya juga mendorong BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan berbagai pihak terkait untuk melindungi, melibatkan, dan mendorong pelaku KUMKM untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Informasi yang kami dapatkan dari BPKM peritel besar dari Jepang akan segera masuk. Saya minta ini jangan dibiarkan liar karena akan berpotensi menggusur UKM ritel kita,” katanya.

Ia meminta agar pihak-pihak terkait mendorong keterlibatan UKM misalnya melalui pola kemitraan ataupun waralaba.

Sementara itu Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM, Kemas Danial, mengatakan, pihaknya telah memberikan fasilitas kredit dana bergulir kepada UKM yang bergerak di bidang suku cadang otomotif di wilayah Cikarang, Jawa Barat.

“Produk mereka dibeli oleh Astra. Jadi ini menunjukkan UKM otomotif kita sudah siap untuk beranjak ke level yang lebih tinggi,” katanya.

Setelah mendapatkan predikat investment grade dari dua lembaga pemeringkat utang Fitch dan Moody’s maka aliran dana yang berpotensi masuk ke Indonesia dipastikan meningkat.

Banyak pihak meminta pemerintah untuk terus memperbaiki iklim bisnis setelah mendapatkan predikat layak investasi.

Predikat investment grade itu merupakan kedua kalinya disematkan kepada Indonesia yang secara empiris diperkirakan akan mendorong peningkatan investasi hingga 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)



Sumber : mediaindonesia.com

Sumber gambar : id.ibtimes.com

Leave a Comment

Switch to our mobile site