Buah Lokal Tegar Hadapi Serbuan Impor


Buah lokal masih menjadi primadona yang dicari konsumen meski proudk impor terus membajiri pasar di Tanah Air. Pemilik Toko Buah Sri di Pasar Kranggan Sri Wawan mengatakan penjualan buah lokal masih lebih tinggi jika dibanding buah impor.

Menurut dia buah impor yang mendominasi pasar umumnya jeruk, apel, anggur, ceri dan kiwi yang berasal dari China, Amerika Serikat, Australia dan Italia.

“Dari sejumlah itu Itu pun lebih banyak yang memilih lokal, ya sekitar 70% pembeli pilih lokal,” ujarnya saat ditemui. Untuk partai besar seperti hotel dan restoran lebih memilih menggunakan buah lokal karena kontinuitasnya terjaga. “Banyak yang memilih lokal karena selain rasanya lebih enak, kontinuitasnya terjaga tidak seperti buah impor,” tambahnya.
Sri mengatakan untuk selisih harga buah impor dan lokal biasanya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Untuk jeruk lokal bahkan harganya lebih tinggi dibanding jeruk impor di mana jeruk lokal mencapai Rp 13.000 sedangkan jeruk impor Rp 10.000 hingga Rp 11.000. Sedangkan untuk apel lokal atau apel malang berkisar Rp 10.000 hingga Rp 12.000 dan apel impor Rp 14.000 hingga Rp 15.000.

“Kami tidak khawatir tergerus oleh buah impor karena kapasitas buah impor sendiri belum memenuhi kebutuhan masyarakat, “ tambahnya. Hal senada diungkapkan Mini, pedagang buah di pasar yang sama. Dia mengatakan lebih banyak pembeli yang menyukai buah lokal.

“Jeruk misalnya, lebih banyak yang suka lokal, rasanya lebih enak selain itu untuk yang lokal kan tidak pakai pengawet,” ujarnya. Sementara itu, Dadang, penjual buah di Pasar Beringharjo mengatakan seringkali pembeli memilih buah impor karena kemasan dan bentuknya yang terlihat lebih segar.

“Padahal kalau dari awetnya apel malang bisa sampai tiga minggu sedangkan apel impor hanya sekitar dua minggu, selain itu juga ada pengawetnya, “ katanya. Sama halnya dengan Dadang, Pimpinan Kelompok Tani Ngudi Makmur Parangtritis Bantul yang memproduksi melon, semangka dan pisang, mengatakan buah impor sebenarnya tidak tahan lama.
“Masyarakat banyak yang tidak mengetahui itu, padahal dari segi kandungan gizi buah lokal jauh lebih baik, apel merah dan apel hijau saja kandungan gizinya lebih baik yang hijau, jangan hanya melihat kemasannya saja,” ujar Kadiso.



Sumber berita: bisnis-jateng.com dan redaksi

Sumber gambar: bisnisukm.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • erik kusumah: Boleh minta alamat dan no tlp ksu keju boyolali ga?...
  • koko: Maaf, apakah saya bisa minta materi mengenai aspek perpajakan di bidang Perdagangan? Terim...
  • Cinung Ca: Ini brp hrganya...
  • Milkanknit: Perkembangan teknologi ternyata juga bermanfaat untuk inovasi kerajinan terutama kerajinan...
  • Milkanknit: Ternyata ditangan-tangan yang terampil berbagai macam kerajinan dan pakaian....