Di Karawang Sharp Bangun Pabrik Kulkas Terbesar di Dunia


PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) membangun pabrik terbesar Sharp di seluruh dunia, untuk memproduksi kulkas dan mesin cuci di Karawang, Jawa Barat, dengan investasi Rp 1,2 triliun. “Pabrik baru tersebut mulai dibangun pada Juli 2012 dan ditargetkan selesai pada 2013,” kata Presdir SEID Fumihiro Irie, di Jakarta.

Ia menjelaskan pembangunan pabrik baru tersebut untuk mengantisipasi permintaan kulkas dan mesin cuci yang terus meningkat. Ia memproyeksikan pada 2016 tingkat kepemilikan kulkas dan mesin cuci mencapai masing-masing 45% dan 15%, dibandingkan tahun 2010 masing-masing sebesar 35% (kulkas) dan 15% (mesin cuci).

“Sharp ingin mempertahankan penguasaan pasar elektronik di atas 25% di Indonesia,” kata Irie. Saat ini, kata dia, Sharp telah menguasai pasar kulkas sebesar 31% dan mesin cuci 36%.

Ia menjelaskan pabrik baru di kawasan industri Karawang Internasional Industry City (KIIC) seluas 30 hektare itu, memiliki kapasitas produksi kulkas sebanyak 220.000 unit/bulan atau 2,64 juta unit/ tahun dan mesin cuci sebanyak 140.000/bulan atau 1,68 juta/tahun.

Irie mengatakan kapasitas pabrik kulkas tersebut dua kali lipat lebih besar dibandingkan pabrik yang ada saat ini di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sedangkan untuk mesin cuci, kapasitas pabrik baru tersebut 2,5 kali lebih besar dari pabrik lama di Pulo Gadung.

“Jadi pabrik baru tersebut akan menjadi pabrik alat rumah tangga terbesar di Indonesia, bahkan juga terbesar di antara pabrik sharp lainnya di seluruh dunia,” ujar Irie. Pabrik baru di Karawang itu, lanjut dia, akan konsentrasi memproduksi kulkas kecil sampai menengah dengan ukuran maksimal 300 liter. “Kulkas yang lebih besar, akan kami impor dari Thailand (untuk pasar Indonesia),” katanya.

Selain itu, pabrik baru itu juga akan memproduksi mesin cuci dua tabung. Menurut Irie, seluruh produksi kulkas dan mesin cuci akan lebih banyak dikonsentrasikan untuk pasar Indonesia. “Ekspor sangat minimal sekali, karena konsep kami memproduksi produk berbasis kebutuhan lokal untuk konsumsi lokal,” kata Irie.

Ia mengatakan setelah pabrik baru itu beroperasi pada 2013, maka pabrik lama di Pulo Gadung akan ditutup untuk produksi kulkas dan mesin cuci. Namun pabrik di Pulo Gadung tersebut, tetap akan beroperasi untuk produksi televisi layar tabung (CRT) dan LCD, kantor pusat, dan pusat layanan servis. “Kontribusi SEID terhadap (pendapatan) Sharp di kawasan ASEAN mencapai sekitar 50-55%,” ujar Irie tanpa menyebut nilai penjualan SEID.



Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi

Sumber gambar: index.okezone.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • erik kusumah: Boleh minta alamat dan no tlp ksu keju boyolali ga?...
  • koko: Maaf, apakah saya bisa minta materi mengenai aspek perpajakan di bidang Perdagangan? Terim...
  • Cinung Ca: Ini brp hrganya...
  • Milkanknit: Perkembangan teknologi ternyata juga bermanfaat untuk inovasi kerajinan terutama kerajinan...
  • Milkanknit: Ternyata ditangan-tangan yang terampil berbagai macam kerajinan dan pakaian....