Sushi Rakyat, Sukses Berkat Layanan Antar


Mau menyantap makanan Jepang tanpa repot mencari restoran atau ke mal? Atau menikmati sushi rasa lokal yang sudah dimodifikasi? Telepon saja Dini Utami Putri. Siapa dia? Namanya mungkin asing bagi para pencinta kuliner di Jakarta. Akan tetapi, ide usahanya membuat makanan Jepang sistem pesan antar bisa jadi solusi bagi Anda yang malas ke luar rumah tapi ngebet makan sushi. Ya, Dini kini memang menjalankan usaha kuliner dengan spesialisasi makanan khas Jepang, sushi. Usaha yang dimulai sejak tujuh bulan silam ini awalnya dibuat karena dia melihat ada peluang di balik kemacetan Jakarta yang saban hari dialaminya.

Perempuan berusia 23 tahun yang hobi makan sushi ini pun lalu coba-coba membuatnya sendiri yang kemudian ditawarkan kepada siapa saja yang dikenalnya. Saat itu, dia melakukannya karena sedang tidak punya pekerjaan yang cocok dengan minatnya di bidang fotografi. Dalam praktik memasaknya, dia dibantu ibu, tante, dan adiknya. Tak dinyana, sushi buatannya ternyata bisa diterima konsumen. Selain harganya yang relatif murah, rasanya juga sudah disesuaikan dengan selera kebanyakan lidah Indonesia sehingga tidak terkesan “Jepang banget”. Itulah yang kemudian membuat dia menamakan usahanya sebagai Sushi Rakyat.

Sebelumnya Dini sempat ragu bisa menjalankan usaha sushi. Maklum restoran yang menyediakan masakan Jepang di Jakarta sudah tidak lagi terhitung dengan jari. Namun, dengan modal nekat, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuat sushi dengan konsep pelayanan delivery order dan by online. Inilah yang membedakannya dengan restoran atau vendor lain. Selain itu, karena hanya melayani sistem antar, alhasil dia tidak memiliki gerai khusus. Dia hanya menjalankan usahanya dari rumahnya di daerah Karang Tengah, Tangerang, Banten. “Harganya merakyat, lebih menjangkau semua kalangan dan tidak perlu repot-repot bermacet ria,” ujar Dini.

Dini mengakui, awalnya dia tidak pernah membayangkan bisa memulai usaha, apalagi di bidang kuliner. Pasalnya, dia sendiri pada dasarnya tidak bisa memasak. Jangankan memasak, berkutat di dapur saja bisa dibilang jarang, bahkan pengalaman dari keluarga dengan urusan usaha seperti ini pun dibilangnya sebagai bisnis iseng berhadiah. “Karena memang saya suka sekali makan sushi. Jadi supaya enjoy menjalankan usahanya memang harus mulai dari kesukaan kita terhadap sesuatu,” candanya seraya mengakui bahwa keterampilannya membuat sushi diperolehnya dari buku dan internet.

Lalu bagaimana dia memulai usahanya? Menurut Dini, saat mulai membuka usaha itu dia hanya bermodalkan uang Rp 1,3 juta hasil pinjaman dari ibunya. “Sekarang saya kembalikan ke mama saya lo,” ucapnya.  Usaha Sushi Rakyat yang ditekuni Dini tepatnya dimulai sejak 11 Oktober 2011 lalu. Dari usaha yang sekadar iseng tersebut, Dini kini boleh berbangga karena sudah mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 30 juta-Rp 35 juta per bulan. Secara umum, dalam menjalankan usahanya Dini menerapkan konsep pelayanan yang berbeda dalam menyantap sushi. Pertama, dia mengkhususkan diri pada layanan antar atau delivery order.

Sayangnya, untuk menikmatinya konsumen harus melakukannya sehari sebelum pengiriman. Misalnya pesan Selasa, baru bisa dikirim Rabu. Begitu seterusnya. Kedua, sushi yang disediakan Sushi Rakyat menggunakan menu nonalkohol alias tidak menggunakan mirin sebagai campurannya. Selain itu, ikan/daging yang digunakan adalah bahan matang untuk menyesuaikan rasanya dengan lidah orang Indonesia. Sejalan perkembangan usahanya, kini Sushi Rakyat sudah memiliki tiga karyawan yang bertugas melayani delivery order. Adapun wilayah yang bisa dilayani adalah wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Margonda Depok, dan Tangerang.

Karena konsep pelayanan yang disediakan Sushi Rakyat adalah delivery order, maka Dini memberlakukan order minimum dan ongkos kirim disesuaikan dengan wilayah pengiriman. “Minimum ordernya mulai dari Rp 50.000, sedangkan ongkos kirimnya mulai dari Rp 10.000 hingga Ro 35.000, worth it kan?” kata Dini yang sedang megajukan hak paten Sushi Rakyat ke Kementerian Hukum dan HAM. “Coba bayangkan kalau kita pergi ke mal atau tempat makan lainnya, pasti akan menghabiskan lebih dari itu, belum biaya macet di jalan, parkir mobil atau motor,” gurau Dini.

Satu hal yang ditekankan Sushi Rakyat adalah sushi yang disajikan tidak menggunakan bahan pengawet. Meski begitu, jika disimpan dalam lemari es dan dipanaskan kembali menggunakan microwave atau rice cooker, penganan yang dibuat Dini ini bisa bertahan selama dua hari. Sushi Rakyat kini mempunyai 11 varian rasa. Menu tersebut rencananya ditambah lagi pada akhir bulan ini. Menurut Dini, menu sushi andalan di Sushi Rakyat saat ini adalah crab stick sushi roll, fish roll with tobico, beef cheesy roll, dan hot spicy chicken sushi roll. Nama Sushi Rakyat juga diterjemahkan oleh Dini dengan menyediakan menu murah mulai dari Rp 12.500.

 

 

 

 

Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi

Sumber gambar: gogirlmagz.com

Leave a Comment