Batagor Jadul Premium Ala Hanimun


Bagi lidah orang Bandung, batagor memang sudah tidak asing lagi. Makanan yang merupakan singkatan dari baso tahu goreng ini mudah ditemukan di mana saja. Mulai dari sekolahan hingga kelas kafe. Batagor kerap disajikan sebagai jajanan khas Bandung. Batagor Hanimun, adalah salah satu dari sekian banyak penjual batagor di Kota Bandung. Meski hampir serupa dengan batagor pada umumnya, namun cita rasa yang ditawarkan sangat berbeda. Tahu yang digunakan tahu premium, dan kadar ikan dalam batagor ini juga sangat terasa.

Ada dua varian yang ditawarkan, yakni batagor dan siomay. Namun siomay versi batagor Hanimun tidak seperti pada umumnya. Jika biasanya siomay memakai kulit pangsit. Hanimun memilih untuk tidak memakai kulit pangsit.

“Kita bikin siomay-nya seperti perkedel, biar tidak terlalu pasaran. Soal rasa juga kita berbeda, tahu kita pakai tahu premium yakni tahun Yun-Yi, sedangkan ikannya kita pakai ikan tenggiri berkualitas,” ujar pemilik Batagor Hanimun, Angga Januar.

Angga juga menyebut, batagornya mempunyai cita rasa batagor jadul, yakni dengan penggunaan daun bawang di adonan batagornya. “Jaman dulu kan batagor di adonannya ada warna hijau-hijaunya. Nah sekarang kok jarang menemukan itu. Jadi kami mencoba menampilkan ciri khas batagor Bandung jaman dulu yang memakai daun bawang di adonannya,” kata Angga.

Kehangatan batagor kuah, atau kenikmatan bumbu kacang yang dibubuhkan di atas batagor kering layak dicoba. Tekstur batagor yang lembut, gurih, akan membuat siapa saja yang mencobanya ketagihan. Pertama kali lahirnya Batagor Darto, harganya mulai dari Rp 125. Selama 28 tahun harga batagor terus naik hingga saat ini mencapai Rp 2.000. “Sekarang
menyesuaikan harganya. Tapi kalau dibanding dengan yang lain, kita masih terbilang murah,” kata Tri.

Tri menerangkan, Batagor Darto memang ingin dinikmati oleha berbagai kalangan. “Dari pedagang kecil, hingga kalangan atas bisa menjangkaunya. Jadi kita juga tidak mematok harga yang cukup mahal,” terangnya.Satu porsi batagor kering dibanderol Rp 14 ribu. Sedangkan dengan merogoh kocek Rp 18 ribu, kehangatan batagor kuah bakso siap disantap.
Tapi ternyata tak hanya dikenal di Indonesia saja, Tri menuturkan, di luar negeri pun kelezatan Batagor Darto sudah banyak yang mencicipi. “Kemarin baru ada yang pesan orang Malaysia. Lalu pernah dari Jepang juga. Biasanya mereka pesan dulu lewat telepon, nanti kita siapkan. Baru mereka bawa,” ucap Tri.

Bahkan, lanjut Tri, artis-artis Indonesia sudah banyak yang datang ke Batagor Darto. “Wah kalau artis tidak terhitung, sudah banyak,” katanya sambil tertawa. Penasaran dengan rasanya? Bisa datang ke outlet Batagor Hanimun yang ada di belakang Bank BCA Cikapayang-Dago.

 

 

 

 

 

Sumber berita: bandung.detik.com dan redaksi

Sumber gambar: sibukforever.blogspot.com

Leave a Comment