Donat Bakar Membangun Bisnis Lewat Kemitraan


donat bakarSeiring dengan kebutuhan dasar manusia, bisnis makanan memang tidak pernah surut. Meski sedikit kerja ekstra dalam proses produksi, bisnis di bidang kuliner ini mampu menghasilkan laba yang lumayan gurih. Dari sekian banyak bisnis makanan, salah satu yang bisa Anda coba adalah bisnis donat.

Di tengah ketatnya persaingan, pemilik gerai donat gencar melakukan inovasi dengan meluncurkan produk-produk baru. Tujuannya adalah, agar pelanggan tidak bosan dengan rasa dan bentuk donat yang itu-itu saja. Alhasil, gerai-gerai donat tetap ramai diserbu pembeli. Bisnis donat pun tetap bertumbuh.

Donat Bakar alias Dokar salah satu dari ribuan bisnis donat di Indonesia. Berdiri sejak April 2008, Dokar memberi kemudahan kepada konsumen yang ingin memiliki bisnis ini melalui mitra kerjasama.

Pemilik Dokar Iwan Abu Shalih mengungkapkan, untuk menjadi mitra Donat Bakar, cukup merogoh kocek sebesar Rp 7 juta saja. Dengan biaya sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit booth, peralatan masak, bahan baku untuk 100 donat, dan aneka topping.

Namun, jika membuka gerai di luar Pulau Jawa, Donat Bakar mewajibkan mitra membayar tambahan biaya sebesar Rp 8 juta untuk pengiriman peralatan dan lain-lain.

Dulu, Iwan memberlakukan sistem koordinator wilayah untuk mitra yang berada di luar Jawa. Dengan membayar biaya Rp 30 juta, koordinator wilayah akan dibantu memproduksi sendiri donat. Hanya, sistem koordinator wilayah kini sudah tidak dibuka lagi. Namun demikian, ada beberapa koordinator wilayah, seperti di Samarinda dan Kendari, yang tetap berjalan.

Sistem kordinator wilayah Iwan hentikan karena pernah menemui pengalaman tidak mengenakkan dengan koordinator wilayah di Aceh. Lantaran tidak bertanggungjawab, mitra-mitra yang ada di bawah pimpinan koordinator wilayah di Aceh tidak terurus dan menjadi beban pusat.

Supaya bisnisnya terus berkembang, Iwan mengaku rajin melakukan inovasi produk. “Sekarang sudah ada 42 pilihan rasa donat yang saya buat, di antaranya adalah rasa oreo dan almond,” ujarnya.

Di awal tahuni 2012, Donat Bakar sudah memiliki 50 gerai, dua di antaranya adalah milik sendiri. Kini memasuki kuartal pertama tahun 2013, mitra Donat Bakar bertambah menjadi 60 orang. Sementara, total gerainya saat ini menjadi 63 unit, dua di antaranya milik sendiri.

Iwan mengatakan, sepanjang tahun 2012 sebenarnya ada sekitar 10 gerai mitra yang tutup. Namun, mitranya juga bertambah sebanyak 10 orang yang buka gerai di Jabodetabek, Gresik, dan Blora.

Menurutnya, mitra yang menutup gerai ini biasanya mitra yang hanya coba-coba dalam berbisnis. Jadi, “Sekarang total ada 60 mitra yang sudah menunjukkan komitmen sejak awal bisnis,” ujarnya.

Tahun ini, Iwan juga menyiapkan satu variasi produk baru, yakni donat kukus. Namun, varian ini masih dalam proses penggodokan. ‚ÄúDalam waktu dekat akan kami luncurkan,” janjinya.

Sedang untuk harga jual donat masih dibanderol Rp 2.500-Rp 5.000 per buah. Iwan mengatakan, meski kisaran harga masih sama, di beberapa gerai, harga donat dinaikkan Rp 500-Rp 1.000 untuk mengerek omzet.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi

Sumber gambar: donatbakar.blogspot.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • Admin: Assalamualaikum Wr Wb Bapak bisa mengunjungi situs http://www.kopirolling.web.id/products...
  • Admin: Ibu bisa mengunjungi website http://omahpermen.blogspot.com/...
  • Admin: Alamatnya Dukuh Karangjati RT 04/RW V, Karanggeneng, Boyolali....
  • Admin: Amin......
  • Agung: Semoga cita2 besar Kang Yosa tercapai. Semoga jahe merah ini menjadi identitas untuk Kabup...