Arumanis Tradisional, Jajanan yang Tak Lekang oleh Waktu


orang-indonesia-suka-makan-mc-donaldsBandung memang terkenal dengan gudangnya kuliner, mulai dari makanan tradisional hingga modern. Salah satu makanan tradisional yang banyak digemari oleh anak-anak hingga dewasa yaitu aromanis.

Namun berbeda dengan aromanis biasanya yang disajikan dengan ukuran yang besar dan ada di acara-acara pasar malam, aromanis dengan brand Arumanisku ini menghadirkan makanan aromanis dengan pembuatan yang masih tradisionil, packaging yang menarik dan aneka varian yang unik.

Meskipun berbahan baku utama yang sama dengan gula-gula atau cotton candy, namun Arumanisku memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Hal ini terlihat dari komposisi, cara pembuatan, tekstur, ketahanan atau keawetan dan bahan pewarna makanan yang berkualitas sehingga tidak menyebabkan orang yang mengonsumsinya sakit tenggorokan atau batuk.

Arumanisku menyajikan penganan arumanis aneka rasa dan warna yang diapit oleh dua kue tradisional Simping, sehingga ketika Anda memakannya akan terasa sensasi manis dan renyah secara bersamaan.

Owner Arumanisku Asep Toha mengungkapkan produk yang dihasilkannya ini masih dibuat secara tradisional. Arumanis buatannya dibuat dengan cara gulanya direbus terlebih dahulu agar zat-zat berbahaya bisa hilang lalu diuraikan dengan metode khusus hingga menghasilkan tekstur serabut seperti rambut halus.

“Dengan pembuatan arumanis yang tradisional dan bahan yang masih alami kami mencoba hadirkan rasa Arumanisku yang sama dengan resep tradisional aslinya namun diperkaya dengan varian rasa sebagai pilihan,” ungkapnya.

Selain itu bahan pembuatannya pun tidak 100% gula, tetapi dicampur juga dengan air, tepung terigu dan pewarna makanan yang bersetifikat halal dan sehat.

Tekstur yang dihasilkan dari proses pembuatannya berupa serabut halus yang menghasilkan sensasi rasa yang unik ditambah dengan varian rasa seperti strawberry, durian, original hingga rasa blueberry.

Ketahanan Sehati Arumanisku dalam suhu ruangan yang adem, tidak terkena sinar matahari langsung maka bisa bertahan 2 minggu hingga satu bulan untuk kemasan Bungkusan. Sementara untuk kemasan Gelas ataupun mika bisa bertahan 2-3 bulan. Tapi, jika penyimpanannya di dalam freezer seperti tempat Ice Cream, maka ketahanan Arumanisku bisa lebih dari 3 Bulan.

Asep mengemukakan untuk produksi Arumanisku ini, pihaknya membuat sekitar 2000 piece per hari yang nantinya akan disebar ke daerah-daerah seperti Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan beberapa daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan, terutama di toko oleh-oleh di tempat wisata.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi

Sumber gambar: wiensfoods.blogspot.com

Leave a Comment

    Twitter JPMI

Komentar Terbaru

  • erik kusumah: Boleh minta alamat dan no tlp ksu keju boyolali ga?...
  • koko: Maaf, apakah saya bisa minta materi mengenai aspek perpajakan di bidang Perdagangan? Terim...
  • Cinung Ca: Ini brp hrganya...
  • Milkanknit: Perkembangan teknologi ternyata juga bermanfaat untuk inovasi kerajinan terutama kerajinan...
  • Milkanknit: Ternyata ditangan-tangan yang terampil berbagai macam kerajinan dan pakaian....