<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 08:00:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Indonesia Butuh 150.000 Ton Tepung Ikan Per Tahun</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/indonesia-butuh-150-000-ton-tepung-ikan-per-tahun/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/indonesia-butuh-150-000-ton-tepung-ikan-per-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 08:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=29004</guid>
		<description><![CDATA[Industri perikanan nasional membutuhkan produksi minimal 150.000 ton tepung ikan setiap tahun guna mereduksi ketergantungan bahan baku pakan yang masih didominasi melalui mekanisme impor. Ketua Bidang Akuakultur Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Denny Indrajaya mengungkapkan kapasitas produksi tepung ikan di Indonesia hanya sekitar 45.000 ton, atau 30% dari total kebutuhan setiap tahun. Indonesia masih sangat mengandalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/18/indonesia-butuh-150-000-ton-tepung-ikan-per-tahun/tepung-ikan/" rel="attachment wp-att-29005"><img class="alignleft size-full wp-image-29005" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/tepung-ikan.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a>Industri perikanan nasional membutuhkan produksi minimal 150.000 ton tepung ikan setiap tahun guna mereduksi ketergantungan bahan baku pakan yang masih didominasi melalui mekanisme impor.</p>
<p>Ketua Bidang Akuakultur Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Denny Indrajaya mengungkapkan kapasitas produksi tepung ikan di Indonesia hanya sekitar 45.000 ton, atau 30% dari total kebutuhan setiap tahun. Indonesia masih sangat mengandalkan tepung ikan impor dari Thailand dan Vietnam.</p>
<p>Menurut Denny, industri perikanan nasional sangat membutuhkan investasi pabrik pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan pakan ikan dan udang yang terus tumbuh 10%—15% per tahun.</p>
<p>Denny menargetkan produksi pakan ikan tahun ini dapat mencapai 1,3 juta ton, terdiri dari produksi pakan ikan sebesar 900.000 ton dan 400.000 ton pakan udang. Hingga kini, harga rata-rata pakan ikan Rp 6.000 per kilogram dan harga pakan udang Rp 9.000 per kilogram.</p>
<p>“Target produksi itu bisa tercapai kalau tidak terkendala hujan. Tingginya produksi pakan ternak akan sangat memengaruhi produksi perikanan dan udang tahun ini,” ungkapnya kepada Bisnis hari ini.</p>
<p>Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi sektor perikanan budidaya dapat mencapai  5 juta ton tahun ini, naik 56% ketimbang pencapaian tahun lalu sebesar 3,2 juta ton. Ketersediaan bahan baku pakan sangat menentukan pencapaian target produksi perikanan budidaya tahun ini.</p>
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan impor bahan baku pakan telah mencapai 35% dari total impor produk perikanan. KKP menjamin terjaganya disparitas harga pakan lokal dan impor agar petambak tetap dapat berbudidaya.</p>
<p>Menurut Cicip, produksi bahan baku pakan ikan dan udang perlu ditingkatkan di dalam negeri. Namun, hingga kini pengembangan produksi tepung ikan masih didominasi oleh perusahaan skala kecil menengah dengan menggunakan teknologi penepungan yang masih sederhana. Produksi tepung ikan nasional memang diarahkan untuk memanfaatkan bahan sisa dari industri ikan.</p>
<p>Kebutuhan pakan ikan serta udang selama ini dipenuhi dari sejumlah sentra produksi tepung ikan yang berada di Jawa Timur dan Bali. Hingga kini sudah ada sekitar 30 usaha industri tepung ikan yang beroperasi di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : bisnis.com</p>
<p>Sumber gambar : bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/indonesia-butuh-150-000-ton-tepung-ikan-per-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Membangun Budaya Inovasi dalam Tim Startup</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/manajemen-membangun-budaya-inovasi-dalam-tim-startup/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/manajemen-membangun-budaya-inovasi-dalam-tim-startup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 07:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=27483</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan manapun, baik yang masih sehijau startup atau yang sudah berskala raksasa, membutuhkan inovasi dalam semua aspek. Tak hanya dalam hal produk, layanan atau teknologi. Namun banyak juga manajer yang tidak berinovasi saat bekerja karena mereka berpikir mencari inovasi bukan pekerjaan mereka. Berikut ialah tiga trik sederhana namun jitu yang bisa Anda gunakan untuk membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left" align="center"><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/18/manajemen-membangun-budaya-inovasi-dalam-tim-startup/budaya-innovasi/" rel="attachment wp-att-27484"><img class="alignleft size-full wp-image-27484" src="http://jpmi.or.id/files/2012/04/budaya-innovasi.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Perusahaan manapun, baik yang masih sehijau startup atau yang sudah berskala raksasa, membutuhkan inovasi dalam semua aspek. Tak hanya dalam hal produk, layanan atau teknologi. Namun banyak juga manajer yang tidak berinovasi saat bekerja karena mereka berpikir mencari inovasi bukan pekerjaan mereka. Berikut ialah tiga trik sederhana namun jitu yang bisa Anda gunakan untuk membangun sebuah budaya inovasi yang kuat dalam tim startup Anda:</p>
<p><strong>1. Implementasikan Sebuah Inovasi yang Bisa Langsung Diterapkan</strong></p>
<p>Sebagai sebuah tim, temukanlah ide-ide yang akan mengurangi pengeluaran, menghemat waktu, atau meningkatkan layanan pelanggan. Pilih salah satu untuk diimplementasikan dengan baik dan benar agar Anda bisa menunjukkan dengan bangga keberhasilan kecil itu. Karena keberhasilan kecil jika dilakukan secara terus menerus bisa menelurkan keberhasilan besar.</p>
<p><strong>2. Temukan Tujuan Ambisius</strong></p>
<p>Setelah tim Anda memiliki kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk berinovasi, tetapkanlah sebuah tujuan yang cakupannya lebih besar dan tinggi. Bisakah Anda mengurangi biaya hingga 50%? Bisakah Anda menggabungkan layanan untuk membantu pelanggan?</p>
<p><strong>3. Tak Henti-hentinya Mendukung Inovasi</strong></p>
<p>Masukkan “inovasi” sebagai salah satu kategori dalam evaluasi kinerja Anda. Akuilah dan hargai kerja keras para kolega yang mau mencoba pendekatan-pendekatan baru bahkan jika hasilnya masih belum mendekati apa yang diharapkan. Dan berikan orang waktu untuk berpikir dan bereksperimen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: forbes.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/manajemen-membangun-budaya-inovasi-dalam-tim-startup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investor AS Lirik Potensi Perikanan &amp; Kelautan Kawasan Timur Indonesia</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/investor-as-lirik-potensi-perikanan-kelautan-kawasan-timur-indonesia/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/investor-as-lirik-potensi-perikanan-kelautan-kawasan-timur-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 06:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=27781</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah investor asal Amerika Serikat tertarik menanamkan investasi sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Tiga perusahaan negeri Paman Sam bahkan telah siap menjajaki peluang industri perikanan berbasis tangkap, budidaya, dan pengolahan. Ketiga perusahaan tersebut yakni North Atlantic Seafood, Phillips Seafood, dan Annova. Hanya saja, penanaman investasi dapat dilakukan apabila Indonesia mampu mengoptimalkan dana hibah senilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/18/investor-as-lirik-potensi-perikanan-kelautan-kawasan-timur-indonesia/perikanan-kelautan-kawasan-timur-indonesia/" rel="attachment wp-att-27782"><img class="alignleft size-full wp-image-27782" src="http://jpmi.or.id/files/2012/04/Perikanan-Kelautan-Kawasan-Timur-Indonesia.jpg" alt="" width="300" height="243" /></a>Sejumlah investor asal Amerika Serikat tertarik menanamkan investasi sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Tiga perusahaan negeri Paman Sam bahkan telah siap menjajaki peluang industri perikanan berbasis tangkap, budidaya, dan pengolahan. Ketiga perusahaan tersebut yakni North Atlantic Seafood, Phillips Seafood, dan Annova. Hanya saja, penanaman investasi dapat dilakukan apabila Indonesia mampu mengoptimalkan dana hibah senilai US$ 23 juta yang digelontorkan pemerintah AS. Dana hibah tersebut mendorong Indonesia menjamin kemapanan produksi perikanan yang seimbang dengan kelestarian ekosistem laut.</p>
<p>North Atlantic Seafood siap berinvestasi hingga US$ 4 miliar untuk mengembangkan industri pengolahan berbagai sumber daya tangkapan ikan. NAS berencana membangun pabrik pengolahan di Nusa Tenggara Barat dan memaksimalkan hasil tangkapan laut dari perairan Indonesia bagian timur. Sementara itu, Phillips Seafood dan Annova berencana menggandeng perusahaan lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaaan produksi perikanan tangkap. Keduanya akan menyokong dana investasi sekitar US$ 200 juta untuk pengembangan produksi rajungan dan produk pengalengan di Indonesia.</p>
<p>Investor-investor AS tersebut hanya akan menyerap produk perikanan Indonesia yang telah tersertifikasi Marine Stewardship Council. Sertifikasi MSC tersebut berasosiasi melalui program Indonesia Marine and Climate Support (IMACS) yang terintegrasi dalam ketentuan bantuan hibah AS. Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan pihaknya akan memaksimalkan dana hibah AS masing-masing untuk penguatan modal industri perikanan sebesar US$ 17 juta, dan pengembangan konservasi kelautan senilai US$ 6 juta.</p>
<p>Menurut Cicip, upaya peningkatan produktivitas akan dilakukan melalui pengembangan komoditas berbasis pasar, perluasan sentra-sentra produksi, konektivitas, serta pemanfaatan teknologi.Dia berharap ke depan iklim investasi akan semakin hidup dengan mengefektifkan perizinan dan kepastian hukum.</p>
<p>Selain itu, langkah strategis juga akan diprioritaskan pada penguatan kapasitas dalam memerangi praktik penangkapan ikan secara ilegal dan mereduksi kerusakan terumbu karang. Dengan begitu, serunya, potensi sumber daya perikanan akan tetap terjaga dan berkesinambungan. “Di samping itu, upaya ini akan mempercepat investasi perusahaa-perusahaan amerika di Indonesia,” ungkapnya saat kunjungan Kedutaaan Besar Amerika Serikat di gedung KKP hari ini.</p>
<p>Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel mengungkapkan dana hibah akan dievaluasi pada empat tahun ke depan guna meninjau potensi perikanan tangkap dan budidaya di Indonesia. Menurutnya, AS mengantongi dua kepentingan terhadap kerja sama bilateral yakni peningkatan skala produksi dan pengelolaan perikanan berbasis kelestarian ekosistem. AS juga akan mengoptimalkan eksplorasi laut dalam yang dilaksanakan melalui Indonesia Exploration Sangihe Talaud Region. Eksplorasi laut dalam di kawasan perairan Sulawesi merupakan salah satu program yang akan diterapkan oleh kedua negara.</p>
<p>“Ke depan kami berharap akan lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia dengan komitmen investasi yang berkelanjutan,” ucapnya. Saut Hutagalung, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan kerja sama bilateral dengan AS akan mendorong peningkatan ekspor produk perikanan. Dia mencatat nilai ekspor perikanan Indonesia ke AS tahun lalu mencapai US$ 1,07 miliar, naik 23,1% ketimbang pencapaian pada 2010 sebesar US$ 870 juta. Dia menargetkan tahun ini ekspor perikanan ke AS dapat meningkat hingga 20%.</p>
<p>“Ekspor udang saja sudah mencapai US$ 615 juta, kepiting US$ 199 juta, tuna cakalang US$ 75 juta, ikan-ikan dasar lain seperti kakap merah sebesar US$ 170 juta. Nantinya, dengan investasi yang lebih besar, nilai ekspor juga akan terus meningkat,” serunya. Meski begitu, kata Saut, industri perikanan Indonesia perlu membekali diri dengan program sertifikasi resmi. KKP berencana menggalakkan pendidikan dan pelatihan tenaga ahli baik di sektur hulu maupun hilir perikanan guna meningkatkan kapasitas daya saing. “Tapi kalau dibandingkan dengan Uni Eropa, AS tidak terlalu cerewet soal sertifikasi dan kualitas produk. Mereka lebih tenang, tapi investasi dan daya serap jalan terus,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber berita: bisnis-kti.com dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: news.okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/investor-as-lirik-potensi-perikanan-kelautan-kawasan-timur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksportir Bidik Pasar Lokal</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/eksportir-bidik-pasar-lokal/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/eksportir-bidik-pasar-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=28997</guid>
		<description><![CDATA[Eksportir kopi ramai-ramai membidik pasar lokal menyusul kecenderungan pertumbuhan konsumsi kopi dalam negeri yang trend-nya terus naik sebesar 6%-8% per tahun. Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jateng Mulyono Soesilo mengatakan eksportir kopi belakangan ini makin terjepit. ”Pasar ekspor mulai turun karena berbagai sebab, salah satunya krisis global dan anomali cuaca yang membuat produksi merosot,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/18/eksportir-bidik-pasar-lokal/kopi-3/" rel="attachment wp-att-28998"><img class="alignleft size-full wp-image-28998" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/kopi.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a>Eksportir kopi ramai-ramai membidik pasar lokal menyusul kecenderungan pertumbuhan konsumsi kopi dalam negeri yang trend-nya terus naik sebesar 6%-8% per tahun.</p>
<p>Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jateng Mulyono Soesilo mengatakan eksportir kopi belakangan ini makin terjepit. ”Pasar ekspor mulai turun karena berbagai sebab, salah satunya krisis global dan anomali cuaca yang membuat produksi merosot,” katanya, hari ini, MInggu 13 Mei 2012.</p>
<p>Sementara konsumsi kopi dalam negeri saat ini cukup besar, yakni sekitar 270.000 ton, kondisi ini mendorong eksportir untuk bermain di pasar lokal yang selama ini kurang dilirik.</p>
<p>Menurut dia, konsumsi dalam negeri tahun lalu 3 juta &#8211; 3,5 juta karung, tahun ini diprediksi naik, 6%-8% menjadi 3,5 juta &#8211; 4 juta karung, bahkan mungkin lebih karena jumlah angkatan muda yang gemar kopi murni bertambah.</p>
<p>Dia juga menyebutkan saat ini produksi kopi nasional mencapai 300.000 ton menurun atau merosot jika dibandingkan dengan kondisi normal pro­duksi kopi robusta di Indonesia mencapai 450.000 ton.</p>
<p>Mulyono menyebutkan konsumsi kopi dalam negeri cen­derung terus naik 6%-8% per tahun.  Trend minum kopi mumi di kafe terus berkembang. Hal itu yang membuat konsumsi kopi melonjak luar biasa,&#8221; paparnya.</p>
<p>Fokus pasar lokal</p>
<p>Saat ini, jelas Mulyono, yang juga Manager ekspor, PT Taman Delta Indonesia, eksportir kopi fokus menggarap pasar lokal karena dini­lai lebih menguntungkan daripada pasar luar negeri. Harga kopi dalam negeri juga lebih mahal 20%-30% daripada harga ekspor.</p>
<p>Harga kopi di luar negeri saat ini US$ 2.040 per ton, sedangkan harga dalam negeri US$2.250 per ton.</p>
<p>&#8220;Mau tidak mau eksportir harus me­nunggu dan melihat dulu perkembangan pasar. Tapi selain itu, kami ingin memodi­fikasi kopi yang akan diekspor, contohnya memproduksi kopi goreng.&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selama ini, pasar ekspor kopi terbesar Jateng adalah Jepang dengan kontribusi 50%-60%. Setelah itu AS, Jerman, Italia dan Timur Tengah. Adapun, luas lahan kebun kopi di Jateng sekitar 22.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Sermarang, Temanggung, Kendal, Pati, Purbalingga.</p>
<p>Mulyono mengatakan penurunan produksi kopi akibat anomali cuaca berdampak pada realisasi ekspor. Selama Januari-Maret 2012 volume ekspor kopi Jateng anjlok hingga 71 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Mulyono mengatakan total ekspor kopi Januari-Maret 2012 hanya 800 ton senilai US$2,722 juta, sedangkan periode yang sama 2011 mencapai 2.838 ton seni­lai US$6,337 juta.</p>
<p>Menurut dia, merosotnya expor kopi dikarenakan terkena dampak anomali cuaca pada 2010, yang masih berpengaruh kuat ter­hadap produksi tanaman tersebut.</p>
<p>&#8220;Meski Mei dan Juni nanti Jateng mulai panen kopi, kami pesimistis ekspor kopi bisa membaik. Jika dalam 5-8 tahun ke depan tidak ada peningkatan jumlah produksi, kebutuhan kopi Indonesia diprediksi tidak akan terpenuhi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut dia, kopi adalah produk unik. Dampak gangguan anomali cuaca membutuhkan pemulihan selama 2 tahun. Panen yang buruk tahun ini dise­babkan oleh panen yang jelek 2011, sedangkan panen 2011 yang jelek akibat panen yang buruk pada 2010 karena cuaca ekstrem</p>
<p>&#8220;Kami khawatir cuaca tahun ini kem­bali seperti 2010. Ekspor kopi 2013 bisa anjlok lagi, karena apabila dahan dan ran­ting pohon kopi rusak, tahun depan tana­man baru bisa recovery, dan 2 tahun kemudian baru bisa berbuah. Apalagi pada jenis arabika yang sangat sensitif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : bisnis.com</p>
<p>Sumber gambar : bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/eksportir-bidik-pasar-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Transaksi Ijarah</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/mengenal-transaksi-ijarah/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/mengenal-transaksi-ijarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 02:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Islami]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=28315</guid>
		<description><![CDATA[Ijarah atau jual beli jasa adalah suatu transaksi yang objeknya adalah manfaat atau jasa yang mubah dalam syariat dan manfaat tersebut jelas diketahui, dalam jangka waktu yang jelas serta dengan uang sewa yang jelas. Ijarah adalah transaksi yang mengikat kedua belah pihak yang mengadakan transaksi yaitu pembeli dan penjual jasa. Artinya salah satu dari keduanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/?attachment_id=28316" rel="attachment wp-att-28316"><img class="alignleft size-full wp-image-28316" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/muslim-market-transaction.jpg" alt="" width="300" height="182" /></a>Ijarah atau jual beli jasa adalah suatu transaksi yang objeknya adalah manfaat atau jasa yang mubah dalam syariat dan manfaat tersebut jelas diketahui, dalam jangka waktu yang jelas serta dengan uang sewa yang jelas. Ijarah adalah transaksi yang mengikat kedua belah pihak yang mengadakan transaksi yaitu pembeli dan penjual jasa. Artinya salah satu dari keduanya tidak boleh membatalkan transaksi tanpa persetujuan pihak kedua. Transaksi ini sah dengan semua kata-kata yang menunjukkan makna ijarah dalam tradisi masyarakat setempat.</p>
<ul>
<li>Ijarah itu ada dua macam, yaitu:</li>
</ul>
<p>Pertama, ijarah dengan objek transaksi benda tertentu semisal menyewakan rumah, kamar kost, menyewakan mobil (rental mobil, taksi, bis kota dll).</p>
<p>Kedua, ijarah dengan objek transaksi pekerjaan tertentu semisal mempekerjakan orang untuk membangun rumah, mencangkul kebun dll.</p>
<ul>
<li>Syarat Sah Transaksi Ijarah, yaitu:</li>
</ul>
<p>Pertama, pelaku transaksi adalah orang yang boleh mengadakan transaksi (balig dan berakal).<br />
Kedua, adanya kejelasan jasa atau manfaat yang dibeli semisal menempati suatu rumah atau pelayanan yang diberikan oleh pembantu rumah tangga.</p>
<p>Ketiga, adanya kejelasan nominal uang sewa atau gaji pekerja.</p>
<p>Keempat, jasa atau manfaat yang dijual adalah manfaat yang dinilai mubah oleh syariat semisal menempati suatu rumah. Ijarah tidak sah manakala jasa atau manfaat yang dijual adalah manfaat yang haram semisal menyewakan rumah atau kios untuk jualan khamr, menyewakan kamar hotel dengan sistem short time untuk keperluan zina, menyewakan rumah untuk dijadikan sebagai gereja atau menjual barang barang haram.</p>
<p>Kelima, jika objek transaksi ijarah adalah barang maka disyaratkan ada kejelasan barang yang disewakan dengan cara melihat secara langsung atau deskripsi yang jelas dan yang menjadi objek transaksi adalah manfaat barang bukan barangnya, barang tersebut bisa diserahkan kepada pihak penyewa, mengandung manfaat yang mubah serta yang menyewakan adalah pemilik barang atau wakil dari pemilik barang.</p>
<ul>
<li>Beberapa Ketentuan Seputar Ijarah</li>
</ul>
<p>Penyewa barang diperbolehkan memanfaatkan sendiri barang yang dia sewa dan boleh menyewakan barang sewaan tersebut kepada orang lain. Jika seorang itu langsung naik bis kota atau taksi atau menyerahkan kain kepada penjahit atau menyewa kuli pengangkut barang tanpa ada transaksi dan kejelasan nominal uang sewa maka transaksi tersebut sah dengan besaran upah atau uang sewa sebagaimana umumnya uang sewa atau upah.</p>
<p>Semua yang haram diperjualbelikan itu haram disewakan kecuali benda wakaf, orang merdeka dan ummu walad (budak perempuan yang disetubuhi oleh laki-laki yang memilikinya dan melahirkan anak dari hasil persetubuhan tersebut). Upah atau uang sewa wajib dibayarkan dengan adanya transaksi dan wajib diserahkan setelah masa sewa berakhir. Kedua belah pihak yang mengadakan transaksi ijarah boleh mengadakan kesepakatan bahwa uang sewa dibayarkan di muka atau di akhir masa sewa atau dengan cara cicilan.</p>
<p>Dalam ijarah seorang pekerja berhak atas upah atau gaji jika dia telah menyelesaikan pekerjaan yang menjadi kewajibannya secara sempurna dan professional. Pekerja semacam ini harus segera diberi upah begitu pekerjaannya selesai sampai-sampai nabi katakan sebelum keringatnya kering. Barang yang disewakan semisal rumah kontrakan atau mobil yang disewakan itu boleh dijual oleh pemilik barang namun pemilik baru hanya berhak melakukan eksekusi fisik terhadap barang yang dia beli setelah masa sewa berakhir dan penyewa telah memanfaatkan barang yang telah dia sewa.</p>
<p>Pada dasarnya penyewa atau pekerja tidaklah memiliki kewajiban mengganti barang yang rusak yang diamanahkan oleh pihak yang mempekerjakan atau barang yang disewakan asalkan kerusakan barang tersebut bukan karena kecerobohan penyewa atau pekerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber artikel: pebisnismuslim.com dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: islamizationwatch.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/mengenal-transaksi-ijarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nita Purwita Sukses dengan Kue Aneka Rasa</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/18/nita-purwita-sukses-dengan-kue-aneka-rasa/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/18/nita-purwita-sukses-dengan-kue-aneka-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 01:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=27785</guid>
		<description><![CDATA[Di balik kesulitan,ada kemudahan. Kira-kira begitulah kisah hidup pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), Nita Purwita. Setelah mengalami masa-masa sulit, kini perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat,ini sukses berbisnis kue. Pada akhir 90-an cobaan berat dialami Nita dan keluarga kecilnya. Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami suaminya dari salah satu bank saat krisis moneter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/18/nita-purwita-sukses-dengan-kue-aneka-rasa/nita-purwita-kue-kering-aneka-rasa/" rel="attachment wp-att-27786"><img class="alignleft size-full wp-image-27786" src="http://jpmi.or.id/files/2012/04/Nita-Purwita-kue-kering-aneka-rasa.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a>Di balik kesulitan,ada kemudahan. Kira-kira begitulah kisah hidup pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), Nita Purwita. Setelah mengalami masa-masa sulit, kini perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat,ini sukses berbisnis kue. Pada akhir 90-an cobaan berat dialami Nita dan keluarga kecilnya. Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami suaminya dari salah satu bank saat krisis moneter melanda Indonesia, berbagai usaha yang dirintis sang suami juga gagal. “Entahlah,tapi apa yang kami lakukan ketika itu selalu gagal dan kami selalu menemui jalan buntu. Pokoknya setiap kami menjalani hari, itu merupakan hari yang sulit, tidak ada hari yang mudah kala itu,”paparnya.</p>
<p>Hingga pada medio 2007, Nita membulatkan tekad untuk benarbenar menekuni dunia wirausaha. Nita membaca dan mempelajari teori entrepreuneur dan kisah hidup usahawan sukses, mencari ide usaha serta terus berkonsultasi dengan suami dan kerabatnya. Pada tahun itulah Nita bersama suami mulai menjajaki bisnis kuliner. Dia berniat menekuni kuliner yang belum banyak dikembangkan orang lain.</p>
<p>“Lantaran Bandung sudah sangat jenuh dengan kuliner, kita harus mencari inovasi baru, jika itu-itu saja, saingan kita pastinya banyak,” tutur Nita. Akhirnya, ibu dua orang putra itu mencoba membuat kue kukus menggunakan resep ibundanya. Di masa lalu, kue kukus menjadi makanan favorit ayah dan saudara-saudaranya. “Jadi pada intinya, kesulitan yangmenginspirasisaya untu kmencari apa yang harus saya lakukan. Saya menemukan resep cake tomat buatan ibu,” kenangnya.</p>
<p>Ibunda Nita, tidak pernah sekalipun mengomersialkan resep kue tomat buatannya. Tapi, bagi Nita,resep ibundanya merupakan peluang untuk mendulang pundi-pundi rupiah. “Saya mencoba membuat lalu diedarkan ke tetangga-tetangga dan saudara-saudara. Respons positif dan mereka mendukung agar saya membuat bisnis kue kukus rasa tomat ini,” ujar Nita.</p>
<p>Jadilah usaha kue tomat yang diberi nama Karina (Karya Ibu dan Anak). Saat memulai usahanya, Nita kembali mendapat cobaan. Puluhan kilogram tomat yang sudah dibelinya saat akan memulai usaha sebagian besar busuk dan tidak bisa dikonsumsi. Padahal, 50% bahan dasar kue buatan Nita berasal dari tomat. Selain itu, kue-kue buatannya sempat tidak laku di pasaran. “Kami lagi-lagi putus asa,” ucapnya.</p>
<p>Namun, suami dan orang tuanya terus mendukung hingga akhirnya Nita kembali bersemangat menjalankan bisnisnya ini. Dengan modal awal Rp 250.000, Nita kembali membeli tomat. Kali ini,dia lebih berhati-hati. Kini usaha pembuatan kue yang ditekuninya menjadi andalan hidup keluarga kecilnya. Dalam satu bulan omzet Karina mencapai Rp 20,2 juta. Sekitar 40% dari omzetnya atau sekitar Rp 8.000.000 merupakan keuntungan yang diperoleh Nita.</p>
<p>Sisanya digunakan Nita untuk menjalankan usaha dan menambah modal. Dalam satu hari, rata-rata dia mampu menjual 45 dus Karina, yang per dusnya dibanderol Rp 15.000. “Sekarang suami juga tidak usaha yang lain tapi membantu memasarkan dan mengantarkan kue-kue ini kepada pemesan atau kepada toko kue yang menjadi langganan kami dalam menjual. Setidaknya kami sudah ada penghasilan yang lumayan dari usaha ini,” paparnya.</p>
<p>Nita memproduksi Karina di tempat tinggalnya di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Blok F 21 No 12 Kabupaten Bandung.Nita juga mengontrak rumah lain yang berlokasi tepat di sebelah tempat tinggalnya untuk mendukung produksi kuenya. Saat ini Nita memiliki dua orang karyawan tetap yang setiap harinya membantu mengerjakan proses produksi. “Saya sudah bisa menggaji mereka loh,walaupun tidak besar,” kata Nita bangga.</p>
<p>Saat ini Nita menitipkan hasil produksinya di toko-toko kue ternama di Kota Bandung. Di antaranya, Toko Kue Putri Oleh-Oleh Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. Selain itu,hampir setiap bulan Nita mendapatkan pesanan dengan jumlah yang lumayan besar untuk acara-acara tertentu. Bahkan, katanya, kue Karina sudah merambah ke luar negeri. Adapun di Indonesia, kuenya sudah sampai ke kawasan paling timur, Papua. “Mereka beli di toko-toko yang saya titipi. Mungkin buat mereka sangat aneh ada kue kukus yang terbuat dari tomat. Dan respons mereka juga bagus, dari mulut ke mulut,setiap ada wisatawan asing yang mengunjungi toko kue itu pasti mereka membeli kue saya,” klaim Nita. Selain rasa dan aroma tomat, Nita juga memproduksi Karina rasa mangga dan terong. Untuk mangga dan terong, Nita mengaku, itu merupakan bagian dari inovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar: aneka-kuekering-lebaran.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/18/nita-purwita-sukses-dengan-kue-aneka-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makin Sulit Beli Kedelai Lokal</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/17/makin-sulit-beli-kedelai-lokal/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/17/makin-sulit-beli-kedelai-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 08:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=28989</guid>
		<description><![CDATA[Sutaryo, Wakil Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), menyatakan saat ini makin sulit membeli kedelai lokal. &#8220;Kalau pun ada jumlahnya sangat minim,&#8221; katanya. Sutaryo menyatakan, kebanyakan perajin atau produsen tahu dan tempe memakai bahan baku kedelai impor. Saat ini, sekitar 70% kebutuhan kedelai di dalam negeri harus dipenuhi impor. Sebenarnya, pemerintah memasang target [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/17/makin-sulit-beli-kedelai-lokal/kedelai-4/" rel="attachment wp-att-28991"><img class="alignleft size-full wp-image-28991" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/kedelai.jpg" alt="" width="298" height="197" /></a>Sutaryo, Wakil Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), menyatakan saat ini makin sulit membeli kedelai lokal. &#8220;Kalau pun ada jumlahnya sangat minim,&#8221; katanya.</p>
<p>Sutaryo menyatakan, kebanyakan perajin atau produsen tahu dan tempe memakai bahan baku kedelai impor. Saat ini, sekitar 70% kebutuhan kedelai di dalam negeri harus dipenuhi impor.</p>
<p>Sebenarnya, pemerintah memasang target untuk bisa menaikkan produksi kedelai sebesar 20% setiap tahun sehingga pada tahun 2014 nanti, agar kebutuhan kedelai bisa dipenuhi dari dalam negeri. Hal itu akan diwujudkan melalui program swasembada kedelai pemerintah.</p>
<p>Menurut program tersebut, tahun ini produksi kedelai dipatok 1,3 juta ton. Kemudian tahun 2011 dan 2012 target tersebut masing-masing naik menjadi 1,56 juta ton dan 1,9 juta ton. Target produksi tahun 2013 dan 2014 masing-masing 2,25 juta ton dan 2,7 juta ton.</p>
<p>Seiring dengan target produksi yang terus naik tersebut, impor kedelai juga diharapkan secara bertahap akan berkurang. Maka tidak aneh apabila ARAM II BPS yang memproyeksikan penurunan produksi kedelai tersebut cukup mengkhawatirkan.</p>
<p>Sutaryo berharap, pemerintah benar-bernar serius mengurangi impor kedelai. sebab, selama masih tergantung kedelai impor, para pengusaha tahu tempe akan terimbas oleh fluktuasi harga kedelai di pasar dunia.</p>
<p>Pelaksana Tugas Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto berpendapat, angka BPS tersebut baru perkiraan sementara. Dia berkata, masih ada waktu untuk menggenjot pertumbuhan produksi pada enam bulan ke depan.</p>
<p>Menurut Gatot, penurunan produksi itu juga disebabkan iklim, sehingga produksi tidak maksimal. Gatot berharap, Agustus 2012 mendatang sudah masuk musim kering sehingga bisa memacu produksi kedelai lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : industri.kontan.co.id</p>
<p>Sumber gambar : kontan.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/17/makin-sulit-beli-kedelai-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsumen Kelas Atas</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/17/konsumen-kelas-atas/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/17/konsumen-kelas-atas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 07:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=29044</guid>
		<description><![CDATA[Yudy Widodo sedang rapat hari Senin sore lalu ketika telepon selulernya berdering. Seorang usahawan tidak dikenal menelepon dari Sidoarjo, Jawa Timur, meminta penjelasan soal mobil Porsche. Yudy memberi penjelasan, tetapi agaknya usahawan itu masih ingin jawaban lebih dalam. Naluri bisnis Yudy bangkit. Ia terbang ke Surabaya. Pukul 08.00 pagi sudah berada di depan toko pengusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/17/konsumen-kelas-atas/porsche/" rel="attachment wp-att-29045"><img class="alignleft size-full wp-image-29045" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/porsche.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Yudy Widodo sedang rapat hari Senin sore lalu ketika telepon selulernya berdering. Seorang usahawan tidak dikenal menelepon dari Sidoarjo, Jawa Timur, meminta penjelasan soal mobil Porsche. Yudy memberi penjelasan, tetapi agaknya usahawan itu masih ingin jawaban lebih dalam.</p>
<p>Naluri bisnis Yudy bangkit. Ia terbang ke Surabaya. Pukul 08.00 pagi sudah berada di depan toko pengusaha itu di Sidoarjo. Usahawan itu agak kaget saat menerima Yudy. Tampil rapi, membawa seperangkat komputer, serta bahan-bahan yang dibutuhkan, Yudy menjelaskan mobil Porsche.</p>
<p>Yudy adalah Vice President PT EurokarsArtha Utama. Yudy pun membuka komputernya dan menjelaskan hal ihwal Porsche dari A sampai Z secara ringkas dan padat. Usahawan itu menanyakan soal pintu mobil, Yudy menjelaskan dengan tuntas, lengkap dengan semua speknya.</p>
<p>Pertanyaan tentang atap mobil yang bisa dibuka, atau ban yang aman, semuanya dijelaskan dengan rinci beserta semua gambarnya. Yudy bahkan menjelaskan kalau pintu seperti ini akan menjadi seperti apa. Lalu, saat semua pertanyaan tuntas dibahas, muncul gambar mobil yang diinginkan pengusaha tersebut.</p>
<p>Sesaat kemudian, pesanan mobil Porsche dilakukan. Nilainya setara Rp 3,5 miliar rupiah. Usahawan itu memberi uang muka 50.000 dollar AS. Padahal, penyerahan mobil baru bisa diserahkan paling cepat lima bulan kemudian.</p>
<p>Ini hanya sebuah contoh dari bagaimana Yudy dan timnya menjual mobil-mobil yang harganya ”serba wah” itu.</p>
<p>Dengan gayanya, Yudy dan timnya bisa menjual Porsche sebanyak 140 unit per tahun (2010). Tahun berikutnya, Yudy dan timnya bisa menjual 240 unit dengan rentang harga jual Rp 1,5 miliar sampai Rp 4,5 miliar.</p>
<p>Selain mobil Porsche, perusahaan tempat Yudy bekerja juga menjual mobil mewah Rolls Royce, yang dilepas dengan rentang harga Rp 7 miliar sampai Rp 12,5 miliar. Ternyata, pasar mobil itu di Pulau Jawa cukup besar. Setahun, mereka menjual 40 mobil mewah itu.</p>
<p>Yudy menyebutkan, para pembeli mobil-mobil keren itu ada dari orang yang tidak terduga. Para pembelinya adalah usahawan yang terkesan bersahaja, tetapi sangat likuid sebagai usahawan. ”Mereka mampu membeli dengan dingin,” ujar Yudy di Yogyakarta, pekan lalu.</p>
<p>Mereka adalah pemilik pabrik cat, para eksportir kopi, teh, batubara, minyak mentah, dan pabrik rokok. Ada pula sejumlah advokat terkenal.</p>
<p>Hal yang menarik, Yudy mengatakan, data soal orang-orang kaya Indonesia dimiliki pelbagai kalangan di luar negeri. Diketahui para pemilik pabrik mobil, investor kelas atas, dan lembaga-lembaga riset bisnis.</p>
<p>Dari riset kecil ataupun fakta yang ia temukan di lapangan, Yudy membuat pengelompokan orang-orang berduit di Indonesia. Pertama, yang mampu membeli rumah sederhana dan mobil sekelas Avanza, Xenia, March, atau Grand Avega.</p>
<p>Kedua, yang mampu membeli rumah agak baik, harga di atas Rp 400 juta, dan membeli mobil mulai dari Kijang kelas paling tinggi sampai pada Toyota Altis, Hyundai Tucson, dan Honda CRV. Ketiga, yang sudah mampu membeli rumah di atas Rp 2 miliar, dan atau membeli mobil sejenis Honda Accord, Toyota Camry, atau Hyundai Sonata.</p>
<p>Keempat, ada yang mampu membeli mobil di atas Rp 800 juta sampai Rp 1,3 miliar. Kelima, yang mampu membeli rumah dengan harga di atas Rp 3 miliar dan mobil di atas Rp 1,5 miliar, misalnya Porsche dan sebagainya.</p>
<p>Seorang industriawan yang punya beberapa gerai di mal elite Jakarta menyebutkan, banyak orang Jakarta yang kalap kalau berbelanja. Mereka belanja di atas Rp 1 miliar per bulan.</p>
<p>Fakta lapangan ini diungkap untuk memaparkan orang kaya berbelanja dan memberi data kepada para usahawan bahwa lebih dari 30 persen warga Indonesia mampu berbelanja mobil-mobil berkelas. Selain itu, terdapat lebih dari dua juta orang yang mampu membeli barang-barang mewah dengan harga di atas Rp 2 miliar. Tentu ini bukan angka persis, melainkan rekaan.</p>
<p>Pemaparan beberapa fakta ini kiranya bermanfaat bagi para usahawan untuk mengetahui sasaran, membuat target produk, dengan pasar orang-orang yang kuat secara ekonomi. Pasar tersebut masih sangat terbuka lebar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : kompas.com</p>
<p>Sumber gambar : mycarblog.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/17/konsumen-kelas-atas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Tahu Tempe Menjerit Harga Kedelai Naik</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/17/pengusaha-tahu-tempe-menjerit-harga-kedelai-naik/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/17/pengusaha-tahu-tempe-menjerit-harga-kedelai-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 03:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=28980</guid>
		<description><![CDATA[Produsen tahu tempe mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 7.000 per kilogram (kg), atau naik 16,7% dibandingkan akhir bulan April lalu Rp 6.000 per kg. Tidak hanya di Jakarta, harga kedelai juga melambung di berbagai daerah, salah satunya di Jawa Barat. Hal ini dikeluhkan oleh Asep Nurdin, Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/17/pengusaha-tahu-tempe-menjerit-harga-kedelai-naik/pembuat-tempe/" rel="attachment wp-att-28981"><img class="alignleft size-full wp-image-28981" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/pembuat-tempe.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Produsen tahu tempe mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 7.000 per kilogram (kg), atau naik 16,7% dibandingkan akhir bulan April lalu Rp 6.000 per kg.</p>
<p>Tidak hanya di Jakarta, harga kedelai juga melambung di berbagai daerah, salah satunya di Jawa Barat. Hal ini dikeluhkan oleh Asep Nurdin, Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat kepada KONTAN Minggu, (13/5).</p>
<p>Walaupun harga kedelai sudah melejit, namun Asep belum mau menaikan harga jual tahu yang diproduksinya. &#8220;Kami hanya bisa mengakalinya dengan merubah ukuran tahu atau tempe,&#8221; kata Asep. Selain melakukan perubahan dari sisi ukuran, cara lain yang dilakukan pengusaha tahu tempe untuk mengantisipasi kenaikan harga kedelai ini adalah dengan memberi campuran singkong.</p>
<p>Sekadar informasi, kenaikan harga kedelai di Jawa Barat ini sudah berlangsung sejak awal bulan ini. Asep membandingkan, bila akhir bulan April lalu harga kedelai berada dikisaran Rp 6.000 per kg, kini naik 16,7% menjadi Rp 7.000 per kg.</p>
<p>Asep menceritakan, setidaknya kebutuhan bahan baku kedelai sebanyak 7.000 ton-10.000 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan industri tahu tempe yang tergabung dalam Kopti Jawa Barat. Asal tahu saja, anggota Kopti seluruh Jawa barat jumlahnya mencapai 7.400 orang.</p>
<p>Asep berharap, pemerintah mau turut campur dalam pengendalian suplai bahan baku kedelai. &#8220;Bagi kami yang paling penting adalah kelancaran suplai bahan baku,&#8221; kata Asep. Produsen tahu tempe mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 7.000 per kilogram (kg), atau naik 16,7% dibandingkan akhir bulan April lalu Rp 6.000 per kg.</p>
<p>Tidak hanya di Jakarta, harga kedelai juga melambung di berbagai daerah, salah satunya di Jawa Barat. Hal ini dikeluhkan oleh Asep Nurdin, Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat kepada KONTAN Minggu, (13/5).</p>
<p>Walaupun harga kedelai sudah melejit, namun Asep belum mau menaikan harga jual tahu yang diproduksinya. &#8220;Kami hanya bisa mengakalinya dengan merubah ukuran tahu atau tempe,&#8221; kata Asep.</p>
<p>Selain melakukan perubahan dari sisi ukuran, cara lain yang dilakukan pengusaha tahu tempe untuk mengantisipasi kenaikan harga kedelai ini adalah, dengan memberi campuran singkong.</p>
<p>Sekadar informasi, kenaikan harga kedelai di Jawa Barat ini sudah berlangsung sejak awal bulan ini. Asep membandingkan, bila akhir bulan April lalu harga kedelai berada dikisaran Rp 6.000 per kg, kini naik 16,7% menjadi Rp 7.000 per kg.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : industri.kontan.co.id</p>
<p>Sumber gambar : kontan.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/17/pengusaha-tahu-tempe-menjerit-harga-kedelai-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2012/05/17/bisnis-berbasis-amanah-masih-adakah/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2012/05/17/bisnis-berbasis-amanah-masih-adakah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 02:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Islami]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=28238</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu bukti kebenaran Islam sebagai agama akhir jaman adalah agama ini memiliki kunci jawaban dari setiap persoalan yang dihadapi oleh manusia akhir jaman, tentu termasuk juga persoalan  kita yang hidup di jaman ini. Dalam dunia bisnis-pun Islam mempunyai cara atau jawaban tersendiri yang berbeda dengan yang dilakukan oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Amanah yang didasari keimanan pada Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left" align="center"><a href="http://jpmi.or.id/2012/05/17/bisnis-berbasis-amanah-masih-adakah/bisnis-amanah/" rel="attachment wp-att-28239"><img class="alignleft size-full wp-image-28239" src="http://jpmi.or.id/files/2012/05/bisnis-amanah.jpg" alt="" width="300" height="257" /></a>Salah satu bukti kebenaran Islam sebagai agama akhir jaman adalah agama ini memiliki kunci jawaban dari setiap persoalan yang dihadapi oleh manusia akhir jaman, tentu termasuk juga persoalan  kita yang hidup di jaman ini. Dalam dunia bisnis-pun Islam mempunyai cara atau jawaban tersendiri yang berbeda dengan yang dilakukan oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Amanah yang didasari keimanan pada Allah dan hari akhir, menjadi hal yang  utama bagi seorang muslim, lebih utama dari sistem atau hukum yang lahir di luar hukum Islam.</p>
<p> Bagi yang masih lebih mengandalkan sistem (di luar sistem Islam), ketimbang amanah kepada saudaranya seiman,  saya hanya ingin berbagi dengan Anda tentang hadits sahih panjang yang saya pandang sangat relevan dengan dunia bisnis dan investasi saat ini, setelah itu Anda sendiri yang memutuskan, mana yang lebih sesuai dengan hati kecil Anda.</p>
<p>Dari Hudzaifah bin Al-Yaman r.a., dia berkata : Rasulullah SAW menceritakan kepada kami dua hadis. Sungguh aku telah melihat salah satunya dan aku menanti yang lain (sebab sekarang aku belum menjumpainya). Beliau bercerita kepada kami, bahwa amanat itu turun di hati beberapa laki-laki, lantas Al-Qur’an diturunkan, lalu mereka mengetahui (ilmu) dari Al-Qur’an dan Sunah Rasul.</p>
<p>Kemudian beliau bercerita kepada kami tentang amanat yang akan diangkat, lalu beliau bersabda : Seorang laki-laki tidur, lantas amanat diambil dari hatinya, lalu tinggal bekasnya seperti lepuh (di kulit). Ia laksana bara yang kamu gelincirkan di kakimu, lantas kulitnya melepuh. Kamu lihat bengkak (di kulit kakimu), kamu kira didalamnya terdapat sesuatu, tapi hakikatnya tidak ada. Kemudian dia mengambil batu kecil lalu dilemparkan ke kakinya; lalu manusia berjual beli padanya, hampir saja tidak ada seseorang yang mampu menunaikan amanat, hingga dikatakan: sesungguhnya dalam bani Fulan (salah satu suku bangsa) terdapat laki-laki yang bisa dipercaya. Lantas banyak orang yang berkata: alangkah kuatnya, alangkah baiknya, alangkah cerdiknya, padahal sejatinya dalam lubuk hatinya tidak terdapat keimanan, sekalipun seberat biji sawi.?</p>
<p>Hudzaifah berkata : Sungguh telah datang kepadaku suatu masa dan aku tidak peduli siapakah di antara kamu yang aku ajak jual beli. Bila dia seorang muslim, maka agamanya yang akan mengembalikan amanat kepadaku ( bila dia membeli barangku dengan hutang, Maka kemantapan dia dalam beragama akan mengembalikan uang itu kepadaku). Bila dia seorang Nasrani atau Yahudi (lantas aku berjual beli padanya tidak tunai, lalu dia berkianat), maka petugas dari pemerintah yang akan mengembalikan (barangku atau hakku). Untuk sekarang aku tidak akan berjual beli, kecuali kepada Fulan dan Fulan (yaitu orang-orang yang menurutku kuat dalam memegang amanat). HR. Muttafaq Alaih.</p>
<p>Kita yang hidup di jaman sekarang dapat melihat apa yang disinyalir oleh hadits tersebut diatas; yaitu ketika kita menitipkan harta kita di kaum Nasrani dan Yahudi ? misalnya dalam bentuk tabungan di bank-bank yang dimiliki mereka kemudian mereka berkianat (seperti kasus BLBI 1997-1999), apa yang terjadi? Pemerintah yang menjaminnya bukan Sepintas lalu ini baik karena uang Anda selamat; namun apakah ini baik untuk masyarakat keseluruhan Ternyata tidak.</p>
<p>Kasus <em>bailout </em>oleh pemerintahan (Entah Yahudi atau Nasrani) AS baru-baru ini terhadap beberapa lembaga keuangan yang gagal telah menjadi bukti bahwa sistem penjaminan oleh pemerintah ini bukan-lah solusi yang baik karena hal-hal berikut :</p>
<ul>
<li><em>Bailout </em>oleh pemerintah lebih banyak menyelamatkan <em>bankers</em>/<em>lenders </em>yang tidak bertanggung jawab.</li>
<li>Memindahkan asset-asset beracun ke tangan pemerintah, yang ujung-ujungnya menjadi beban masyarakat secara luas.</li>
<li>Tidak mendidik masyarakat untuk berhati-hati dalam menitipkan kekayaannya.</li>
</ul>
<p>Sayangnya, solusi <em>bailout </em>atau penjaminan oleh pemerntah yang di negeri asalnya-pun banyak dikritik oleh rakyatnya kini telah salah kaprah dianggap sesuatu yang paling benar dan ditiru oleh negara-negara lain.</p>
<p>Kalau saja dari umat mulai ada keberpihakan pada saudara-saudara kita yang seiman dan amanah, maka <em>insya Allah</em> akan tumbuh entrepreneur- entrepreneur yang kita merasa aman mempercayakan harta kita pada mereka,  karena agamanya yang akan menjaga amanat di hatinya.</p>
<p>Masih adakah amanat ini di hati saudara-saudara kita seiman? Saya optimis <em>insya Allah</em> masih ada; bahkan <em>insya Allah</em> masih akan tumbuh bila ada keberpihakan kita seperti keberpihakannya Hudzaifah dalam hadits tersebut diatas yaitu bermualah dengan si Fulan dan si Fulan , orang yang kuat memegang amanah bukan si Fulan bin Fulan yang mengandalkan jaminan pemerintah. <em>Wa Allahu A’lam</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : www.dinarislam.com dan redaksi</p>
<p>Sumber gambar : google.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2012/05/17/bisnis-berbasis-amanah-masih-adakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

