<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jpmi.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jpmi.or.id</link>
	<description>Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 02:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Gadai Syariah</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/09/gadai-syariah/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/09/gadai-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 02:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=5157</guid>
		<description><![CDATA[Gadai merupakan suatu hak, yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak yang dijadikan sebagai jaminan pelunasan atas hutang. Dan Pegadaian merupakan “trademark” dari lembaga Keuangan milik pemerintah yang menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip gadai. Bisnis gadai melembaga pertama kali di Indonesia sejak Gubernur jenderal VOC Van Imhoff mendirikan Bank Van Leening. Meskipun demikian, diyakini bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5158" href="http://jpmi.or.id/2010/09/09/gadai-syariah/emasgadai/"><img class="alignleft size-medium wp-image-5158" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/emasgadai-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a>Gadai merupakan suatu hak, yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak yang dijadikan sebagai jaminan pelunasan atas hutang. Dan Pegadaian merupakan “trademark” dari lembaga Keuangan milik pemerintah yang menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip gadai.</p>
<p>Bisnis gadai melembaga pertama kali di Indonesia sejak Gubernur jenderal VOC Van Imhoff mendirikan Bank Van Leening. Meskipun demikian, diyakini bahwa praktik gadai telah mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Pemerintah sendiri baru mendirikan lembaga gadai pertama kali di Sukabumi Jawa Barat, dengan nama Pegadaian, pada tanggal 1 April 1901 dengan Wolf von Westerode sebagai  Kepala Pegadaian Negeri pertama, dengan misi membantu masyarakat dari jeratan para lintah darat  melalui pemberian uang pinjaman dengan hukum gadai.Seiring dengan perkembangan zaman, Pegadaian telah beberapa kali berubah status mulai sebagai Perusahaan Jawatan ( 1901 ), Perusahaan di Bawah IBW (1928), Perusahaan Negara (1960), dan kembali ke Perjan di tahun 1969. Baru di tahun 1990 dengan lahirnya PP10/1990 tanggal 10 April 1990, sampai dengan terbitnya PP 103 tahun 2000, Pegadaian berstatus sebagai Perusahaan Umum (PERUM) dan merupakan salah satu BUMN dalam lingkungan Departemen Keuangan RI hingga sekarang,</p>
<p>Terbitnya PP/10 tanggal 1 April 1990 dapat dikatakan menjadi tonggak awal kebangkitan Pegadaian, satu hal yang perlu dicermati bahwa PP10 menegaskan misi yang harus diemban oleh Pegadaian untuk mencegah praktik riba, misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP103/2000  yang dijadikan sebagai landasan kegiatan usaha Perum Pegadaian sampai sekarang.</p>
<p>Banyak pihak berpendapat bahwa operasionalisasi Pegadaian pra Fatwa MUI tanggal 16 Desember 2003  tentang Bunga Bank, telah sesuai dengan konsep syariah meskipun harus diakui belakangan bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu. Berkat Rahmat Alloh SWT dan setelah melalui kajian panjang, akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit Layanan Gadai Syariah  sebagai langkah awal pembentukan divisi khusus yang menangani kegiatan usaha syariah..</p>
<p>Konsep operasi Pegadaian syariah mengacu pada sistem administrasi modern yaitu azas rasionalitas, efisiensi dan efektifitas yang diselaraskan dengan nilai Islam. Fungsi operasi Pegadaian Syariah itu sendiri dijalankan oleh kantor-kantor Cabang Pegadaian Syariah/ Unit Layanan Gadai Syariah (ULGS) sebagai satu unit organisasi di bawah binaan Divisi Usaha Lain Perum Pegadaian.</p>
<p>ULGS ini merupakan unit bisnis mandiri yang secara struktural terpisah pengelolaannya dari usaha gadai konvensional. Pegadaian Syariah pertama kali berdiri  di Jakarta dengan nama Unit Layanan Gadai Syariah ( ULGS) Cabang Dewi Sartika di bulan Januari tahun 2003. Menyusul kemudian pendirian ULGS di Surabaya, Makasar, Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta di tahun yang sama hingga September 2003. Masih di tahun yang sama pula, 4 Kantor Cabang Pegadaian di Aceh dikonversi menjadi Pegadaian Syariah.</p>
<table style="width: 100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Pinjaman Multiguna dengan Jaminan Barang Emas </strong><strong> </strong></p>
<p>Salah satu produk unggulan Bank Jabar Syariah untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan proses cepat. Pinjaman Gadai Emas Bank Jabar Syariah didasarkan pada akan Qordh yaitu pinjaman tanpa kelebihan dari pinjaman tersebut.</p>
<p>Salah satu syarat Nasabah mendapatkan pinjaman Multiguna tersebut adalah dengan menyertakan agunan berupa barang emas boleh perhiasan atau barang lainnya yang terbuat dari emas minimal 18 karat ( + 70% ).</p>
<p>Setelah barang emas ditaksir dengan standar harga yang dikeluarkan oleh pemerintah, nasabah berhak mendapatkan pinjaman maksimal sebesar 80% dari nilai taksiran barang emas, Nasabah cukup membayar biaya sewa tempat penyimpanan emas tersebut di Bank Jabar Syariah dengan biaya relatif murah sebesar Rp. 1.900,-/gram per bulan yang dibayar di awal akad. Masa pinjaman maksimal selama 2 bulan dan dapat diperpanjang.</p>
<p>Bila pada saat jatuh tempo ditambah masa tenggang selama 7 hari Nasabah tidak dapat melunasi pinjamanya, maka Nasabah dapat melakukan perpanjangan sebelum melewati masa tenggang dengan membayar kembali biaya sewa penyimpanan barang emas, atau bersama-sama Bank Jabar Syariah barang jaminan emas milik Nasabah dapat dijual dan hasilnya digunakan untuk melunasi kewajibannya kepada Bank Jabar Syariah.</p>
<p>Bila hasil penjualan tersebut lebih tinggi dari jumlah kewajiban Nasabah maka kelebihan tersebut menjadi milik Nasabah, sedangkan bila hasil penjualan barang emas lebih kecil dari jumlah kewajiban, maka tetap menjadi hutang Nasabah kepada Bank Jabar Syariah.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/09/gadai-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Talas Jepang Kian Terbuka Lebar</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/09/potensi-talas-jepang-kian-terbuka-lebar/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/09/potensi-talas-jepang-kian-terbuka-lebar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 02:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=5048</guid>
		<description><![CDATA[Pembudidayaan talas satoimo di Indonesia masih dalam tahap mencari pola yang sesuai dengan kontur tanah. Tapi, dengan budidaya yang tepat, lima tahun ke depan Indonesia bisa bersaing dengan China menjadi pengekspor satoimo ke Jepang. Peluang ekspornya pun kian terbuka lebar. Tingginya permintaan dari Jepang membuka peluang budidaya talas satoimo semakin lebar. Maklum, tanaman sejenis umbi-umbian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5049" href="http://jpmi.or.id/2010/09/09/potensi-talas-jepang-kian-terbuka-lebar/talas-jepang/"><img class="alignleft size-medium wp-image-5049" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/talas-jepang-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a>Pembudidayaan talas satoimo di Indonesia masih dalam tahap mencari pola yang sesuai dengan kontur tanah. Tapi, dengan budidaya yang tepat, lima tahun ke depan Indonesia bisa bersaing dengan China menjadi pengekspor satoimo ke Jepang. Peluang ekspornya pun kian terbuka lebar.</p>
<p>Tingginya permintaan dari Jepang membuka peluang budidaya talas satoimo semakin lebar. Maklum, tanaman sejenis umbi-umbian yang kerap disebut talas jepang ini merupakan alternatif makanan pokok masyarakat di Negeri Sakura.</p>
<p>Potensi budidaya talas satoimo sangat prospektif. Pasalnya, permintaan talas ini di pasar luar negeri cukup besar, terutama dari Jepang. Di tahun lalu, tercatat permintaan Jepang terhadap komoditas ini mencapai 480.000 ton per tahun. China, salah satu negara pengekspor talas satoimo terbesar saat ini, belum mampu memenuhi permintaan tersebut.</p>
<p>Untuk menutupi kebutuhan itu, Pemerintah Jepang pun menawarkan proyek kerjasama budidaya talas satoimo kepada pemerintah sejumlah negara. Salah satunya Indonesia. Maka, pada 2006, Konsorsium Satoimo Indonesia-Jepang terbentuk.</p>
<p>CV Agro Lawu Internasional bertindak menjadi salah satu perusahaan penyalur bibit ke petani dan pembeli hasil panen dari petani. Bekerjasama dengan petani di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Agro Lawu membudidayakan satoimo sejak lima tahun lalu.</p>
<p>Menurut Andi Christanto, pemilik CV Agro Lawu Internasional, saat ini perusahaannya mengolah 30 hektare lahan budidaya satoimo di Malang, Jawa Timur. Dari lahan seluas itu bisa ditanami sekitar 600.000 talas satoimo. &#8220;Saya bisa melakukan dua kali panen dalam setahun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain membudidayakan sendiri, Agro Lawu juga menjual bibit satoimo. Dalam setahun, Argo Lawu bisa menjual 1,5 juta bibit kepada pembudidaya di berbagai daerah seperti Makasar, Bali dan Jawa. Dengan harga jual Rp 700 per bibit, Argo Lawu bisa meraih omzet sekitar Rp 1,05 miliar per tahun.</p>
<p>Andi mengklaim, saat ini satoimo menjadi komoditas agribisnis yang menguntungkan. Selain berpeluang menjadi komoditas ekspor, satoimo juga bisa menjadi alternatif produk pertanian untuk mengatasi masalah ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Apalagi, tanaman pangan seperti padi dan jagung, cukup sulit bertahan dengan ketidakpastian musim seperti sekarang, yang terimbas dampak pemanasan global. Sementara, talas satoimo cenderung lebih bandel. Tanaman ini bisa hidup kembali, meskipun dengan karakter musim yang berbeda dari sebelumnya.</p>
<p>Namun, imbuh Andi, budidaya satoimo di Indonesia terkendala lahan yang terbatas. Selain itu, sistem pembudidayaannya belum tepat. Akibatnya, hasil panen belum maksimal. Setiap satu hektare lahan budidaya satoimo di Indonesia baru bisa menghasilkan sekitar 20 ton talas per panen. &#8220;Sementara China bisa menghasilkan dua kali lipat dari itu,&#8221; imbuh Andi.</p>
<p>Minimnya hasil panen budidaya satoimo di Indonesia juga diakui Samsul A.Yani, Kepala Laboratotium Kultur Jaringan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Seameo Biotrop Bogor. Dia bilang, belum lama ini Jepang pernah meminta pasokan sebanyak 100.000 ton satoimo per bulan dari Indonesia. &#8220;Tapi, kami belum bisa memenuhi karena kapasitas produksi masih di bawah permintaan,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun, kata Andi, saat ini pembudidaya sudah menemukan pola penanaman yang paling tepat agar hasilnya maksimal. &#8220;Tingkat produktivitas tumbuh 80% dari sebelumnya 25%,&#8221; katanya.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita : kontan-online</p>
<p>Sumber foto : weekend.kontan.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/09/potensi-talas-jepang-kian-terbuka-lebar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Omzet Bisnis Hiburan Turun 10% Selama Puasa</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/09/omzet-bisnis-hiburan-turun-10-selama-puasa/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/09/omzet-bisnis-hiburan-turun-10-selama-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 01:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=4866</guid>
		<description><![CDATA[Usaha tempat hiburan dan permainan untuk keluarga di mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan daerah sekitarnya mengalami penurunan omzet sekitar 10%-20% selama bulan puasa. Ketua Umum Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia Taufik A. Wumu mengatakan kondisi tersebut hampir merata di semua mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan kota lain di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4867" href="http://jpmi.or.id/2010/09/09/omzet-bisnis-hiburan-turun-10-selama-puasa/liburan/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4867" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/liburan-300x231.jpg" alt="" width="300" height="231" /></a>Usaha tempat hiburan dan permainan untuk keluarga di mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan daerah sekitarnya mengalami penurunan omzet sekitar 10%-20% selama bulan puasa.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia Taufik A. Wumu mengatakan kondisi tersebut hampir merata di semua mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan kota lain di Tanah Air sehingga cukup merepotkan pengusaha.</p>
<p>“Kami memperkirakan penurunan pengunjung itu bersifat sementara karena banyak anak masih disibukkan dengan kegiatan di sekolahnya. Tetapi, setelah Lebaran nanti akan ramai kembali,” katanya  hari ini.</p>
<p>Dia menambahkan  penurunan omzet dengan sendirinya akan mengurangi pendapatan perusahaan yang sesungguhnya sudah mengalami tekanan akibat melonjaknya berbagai kompenen biaya operasional yang dipicu kenaikan tarif dasar listrik (TDL).</p>
<p>Padahal, lanjutnya, sampai sekarang ini pihak pengelola mal dan pusat perbelanjaan belum menetapkan kenaikan biaya terkait dengan energi listrik tersebut yang akan diberlakukan kepada seluruh penyewa, termasuk tempat hiburan dan permainan keluarga.</p>
<p>Taufik mengatakan pembayaran tarif listrik bagi usaha tempat hiburan dan permainan untuk keluarga merupakan kompenen terbesar dalam biaya operasional rutinnya, disamping tarif sewa mesin permainan, sewa tempat dan jasa layanan (service charge), dan gaji karyawan.</p>
<p>Kini jumlah tempat hiburan dan permainan untuk keluarga model Tame Zone, Amazone dan Fun World itu di Jabodetabek, manurut dia, mencapai sebanyak 200 unit dan total secara nasional mencapai 600 unit berlokasi di pusat perbelanjaan dan mal.</p>
<p>“Adapun tarifnya sekarang untuk sekali bermain sebesar Rp1.200-Rp2.000 per sekali bermain,” ujarnya. Meski demikian pemilik bisnis hiburan akan menuai penen besar setelah lebaran.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber: bisnis.com</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/09/omzet-bisnis-hiburan-turun-10-selama-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bob Sadino: “Mereka Bilang Saya Gila”</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/08/bob-sadino-%e2%80%9cmereka-bilang-saya-gila%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/08/bob-sadino-%e2%80%9cmereka-bilang-saya-gila%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wirausahawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=5168</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, ada dua orang profesor yang sedang berdebat panjang lebar tentang ilmu mereka. Satu sama lain berusaha mengungguli dan menjadi pemenang dalam debat tersebut. Salah satu profesor menyatakan, “Saya sudah tahu banyak hal dalam hidup ini, sudah membaca sekian banyak teori dan buku. Jadi saya tahu semuanya.” Profesor yang satunya tidak mau kalah dan menyatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5170" href="http://jpmi.or.id/2010/09/08/bob-sadino-%e2%80%9cmereka-bilang-saya-gila%e2%80%9d/bob/"><img class="alignleft size-full wp-image-5170" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/Bob.jpg" alt="" width="224" height="314" /></a>Alkisah, ada dua orang profesor yang sedang berdebat panjang lebar tentang ilmu mereka. Satu sama lain berusaha mengungguli dan menjadi pemenang dalam debat tersebut. Salah satu profesor menyatakan, “Saya sudah tahu banyak hal dalam hidup ini, sudah membaca sekian banyak teori dan buku. Jadi saya tahu semuanya.” Profesor yang satunya tidak mau kalah dan menyatakan hal yang sama.</p>
<p>Salah satu profesor tadi tinggalnya di seberang sungai. Seperti biasa ketika mau pulang, profesor tadi selalu minta bantuan si tukang perahu. Ketika mau naik perahu, profesor tadi dengan sombong bilang, “Coba tanya apa saja pasti saya akan jawab karena saya tahu semuanya…!” Namanya juga tukang perahu bodoh yang tidak berpendidikan dan tidak punya pengetahuan, ia asal saja bertanya, “Profesor tahu tentang ilmu berenang?” “Wow, tahu dong!” jawab sang profesor dan menerangkan banyak hal tentang bagaimana ilmu berenang. Sepertinya, semua teori berenang yang ia kuasai sudah disampaikan ke tukang perahu.</p>
<p>Nah, ketika sang profesor sedang menjelaskan semuanya, tiba-tiba badai datang yang mengakibatkan perahu yang ditumpanginya terbalik. Si profesor itu tenggelam dan megap-megap. Dia meminta tolong pada si tukang perahu yang dianggap bodoh tersebut. Si tukang perahu pun menolong sang profesor yang tidak bisa berenang, meski mengaku tahu semua tentang teori berenang.</p>
<p>Ilustrasi cerita di atas menggambarkan dengan jelas betapa antara TAHU dan BISA sangat jelas perbedaannya. Hal itu dijelaskan secara gamblang oleh Bob Sadino dalam buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila!</p>
<p>Sekilas, membaca buku ini terasa aroma Bob Sadino yang selama ini kita kenal sebagai entrepreneur nyentrik. Ciri khas itu selalu ditampilkan dengan celana pendek jins-nya yang selalu dikenakan ke mana saja Bob beraktivitas dan menemui tamu-tamunya. Tak jarang penampilannya itu memunculkan keheranan banyak orang yang melihatnya. Seperti terlihat dalam lampiran buku ini (hlm. 178-199).</p>
<p>Buku yang ditulis secara apik oleh Edy Zaqeus ini benar-benar menceritakan sosok Bob Sadino sebagai entrepreneur sejati. Bahkan saya menyebutnya Bob adalah begawan entrepreneur Indonesia. Jiwa entrepreneurship Bob sudah mulai tampak ketika dia lulus SMA pada 1953 (umur 20 tahun). Saat itu Bob merasa gelisah karena bekerja pada orang lain (Unilever dan Djakarta Llyod) yang membuatnya tidak merasakan kebebasan dalam berkarya.</p>
<p>Pertentangan batin itu membuat Bob Sadino muda memutuskan keluar dari perusahaannya dan keluar dari zona kenyamanan hidup yang ia miliki saat itu. Tahun 1967 (umur 34 tahun), Bob memulai hidupnya dari nol lagi. Yang mengherankan, saat itu Bob muda memilih untuk “memiskinkan diri” karena menurutnya selama ini ia merasa hidup serba tercukupi. Karena itu, ia kemudian ingin merasakan menjadi orang miskin! Sungguh sebuah revolusi mental yang luar biasa yang tidak dimiliki anak muda sekarang.</p>
<p>Dengan pilihan miskin itu, Bob seperti mendapat pelajaran yang berharga. Sampai akhirnya Bob menemukan hidupnya kembali ketika ia mulai berbisnis telur ayam negeri. Dari sinilah kesuksesan bisnis Bob Sadino dimulai. Yang bisa menjadi pelajaran kita semua adalah ketahanan mental (persistent factor) Bob Sadino yang membawanya sampai ke puncak bisnis seperti saat ini. Inilah yang belum banyak dimiliki pebisnis pemula di Indonesia.</p>
<p>Buku yang tediri dari 11 bab dan 201 halaman (plus 14 halaman pembuka) ini, sarat akan pikiran dan kisah hidup Bob Sadino. Namun, jika kita memerasnya, ada satu saripati yang bisa kita nikmati, yaitu Roda Bob Sadino (RBS). Saya lebih suka menyebutnya The Entrepreneur Quadrant ala Bob Sadino. Di dalam RBS dijelaskan perbedaan antara orang TAHU, BISA, TERAMPIL, dan AHLI (hlm. 13-31).</p>
<p>Ilustrasi di awal tulisan ini menjelaskan betapa belajar ilmu TAHU tidak cukup jika tidak belajar ilmu BISA. Perguruan tinggi (PT) Indonesia, menurut Bob, adalah pabrik ilmu TAHU dan bukan ilmu BISA. Akibatnya PT gagal menjawab masalah pengangguran di Indonesia. Sebab, lulusan yang dihasilkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.</p>
<p>Oleh karena itu, hadirnya buku ini semakin menyakinkan kita semua bahwa pilihan hidup menjadi entrepreneur adalah pilihan tepat untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Kita harus menyakini pilihan itu. Ingat petuah bijak: what you get is what you believe (Jika Anda yakin maka Anda akan mendapatkan apa pun yang Anda inginkan).</p>
<p>Figur Bob Sadino yang ditulis dalam buku ini menjadi motivasi dan penyemangat hidup. Apa pun kegagalan yang kita alami harus kita lalui dengan baik. “Cukup satu langkah awal, ada kerikil saya singkirkan. Melangkah lagi. Bertemu duri saya sibakkan. Melangkah lagi. Terhadang lubang saya saya lompati. Melangkah lagi. Bertemu api saya mundur. Melangkah lagi. Maju dan berjalan terus mengatasi masalah.” Itulah pesan moral Bob Sadino, si pengusaha gila itu.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<table style="width: 369px;height: 131px" border="1" rules="groups">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><strong>Judul</strong></td>
<td><strong>: Bob Sadino &#8220;Mereka Bilang Saya Gila&#8221;.<br />
 </strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Penerbit</strong></td>
<td><strong>:</strong><strong> Kintamanai Publishing<br />
 </strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Penulis</strong></td>
<td><strong>: Edy Zaqeus </strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>ISBN</strong></td>
<td><strong>: 9789791907415 </strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Tebal</strong></td>
<td><strong>: 216 halaman</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Harga</strong></td>
<td><strong>:  Rp. 125.000 (hard cover), Rp 80.000 (soft cover)<br />
 </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/08/bob-sadino-%e2%80%9cmereka-bilang-saya-gila%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraup Buih Laba dari Sabun Susu Kambing</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/08/meraup-buih-laba-dari-sabun-susu-kambing/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/08/meraup-buih-laba-dari-sabun-susu-kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 02:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=5035</guid>
		<description><![CDATA[Sabun dari susu kambing diyakini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan sabun lain. Selain lebih sehat, sabun dari susu kambing juga menjadikan kulit tampak lebih lembut dan kencang. Tak heran, permintaan sabun ini terus meningkat. Peluang bagi pemain baru pun terbuka lebar. Perempuan ataupun lelaki yang semakin peduli terhadap perawatan kulit ikut mendongkrak penjualan berbagai produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5036" href="http://jpmi.or.id/2010/09/08/meraup-buih-laba-dari-sabun-susu-kambing/sabun-susu/"><img class="alignleft size-medium wp-image-5036" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/sabun-susu-300x233.jpg" alt="" width="300" height="233" /></a>Sabun dari susu kambing diyakini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan sabun lain. Selain lebih sehat, sabun dari susu kambing juga menjadikan kulit tampak lebih lembut dan kencang. Tak heran, permintaan sabun ini terus meningkat. Peluang bagi pemain baru pun terbuka lebar.</p>
<p>Perempuan ataupun lelaki yang semakin peduli terhadap perawatan kulit ikut mendongkrak penjualan berbagai produk kecantikan. Terutama, produk yang menggunakan bahan-bahan alami atau produk-produk yang lebih minim bahan kimia. Salah satunya, sabun yang terbuat dari susu kambing. Sabun berbahan baku alami ini dipercaya bisa membuat kulit lebih sehat, kencang, lembut, dan tidak kering.</p>
<p>Rumah Susu Kambing milik Syauqi Naji yang berada di Cibinong, Jawa Barat, adalah salah satu pelaku usahanya. Saban bulan, Syauqi menerima permintaan sabun susu kambing hingga 1.440 batang. Dengan harga jual sabun susu kambing Rp 10.000 per batang untuk ukuran 90 gram, Syauqi meraup omzet sekitar Rp 15 juta per bulan.</p>
<p>Syauqi bilang, permintaan itu cukup tinggi. Pasalnya, Rumah Susu Kambing merupakan pemain baru di usaha ini. &#8220;Sebelumnya saya hanya menjual susu kambingnya,&#8221; katanya. <br />
 Menurutnya, permintaan yang tinggi ini lantaran banyak perempuan yang mulai beralih menggunakan sabun berbahan baku alami.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Anya Madiapoera, yang pernah memiliki usaha sabun susu kambing. Menurutnya, sabun susu kambing baik untuk kesehatan kulit, terutama untuk kulit yang sensitif. Selain itu, proses produksinya juga lebih ramah lingkungan dibandingkan sabun umumnya.</p>
<p>Namun, sayangnya saat ini Anya sudah tidak lagi memproduksi sabun susu kambing. &#8220;Sejak Juni tahun lalu saya sudah menghentikan produksi,&#8221; katanya.</p>
<p>Penyebabnya bukan karena produknya tidak laku. Melainkan, karena biaya perizinan di industri kosmetik terhitung sangat tinggi. &#8220;Untuk mengurus perizinan itu saya butuh biayanya di atas satu miliar rupiah. Saya disamakan dengan industri besar,&#8221; keluh Anya.</p>
<p>Karena tidak memiliki uang tunai sebesar itu, Anya pun menghentikan produksi sabun susu kambing miliknya di Bandung, Jawa Barat. Padahal, waktu itu permintaan sabun dengan merek Soaphisticated itu terbilang cukup tinggi.</p>
<p>Pada April 2009 atau bulan terakhir berproduksi, Anya bisa menghasilkan 2.500 batang sabun. Harga jualnya Rp 25.000 per batang. Artinya, saat itu Anya masih bisa mengantongi pendapatan Rp 62,5 juta sebulan.</p>
<p>Menurut Anya, sebenarnya bisa saja ia terus memproduksi sabun dari susu si embek tersebut. Namun, dia tidak mau disebut sebagai produsen sabun yang tidak mempunyai izin. &#8220;Saya tidak mau dibilang pemain gelap,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Meski begitu, toh, masih banyak produsen sabun susu lain yang terus bermunculan. Misalnya, Devi Eka Agustina, pemilik Handicraft Soap Devi baru empat bulan memproduksi sabun susu kambing. Dia menjual sekitar 120 batang sabun dengan harga jual Rp 12.500 per batang berukuran 100 gram. &#8220;Tren penjualannya meningkat terus,&#8221; katanya.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita : kontan-online</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/08/meraup-buih-laba-dari-sabun-susu-kambing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar Bagian Kecil, Hilang Bagian Besar</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/08/mengejar-bagian-kecil-hilang-bagian-besar/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/08/mengejar-bagian-kecil-hilang-bagian-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 02:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi & Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=4725</guid>
		<description><![CDATA[Eldrick Tont Woods lahir 30 Desember 1975. Panggilan kesayangannya Tiger Woods. Penghasilannya dari memukul bola golf dan menjadi bintang iklan melebihi US$ 1,1 miliar setahun. Kecuali di kejuaran Afrika, semua gelar juara dunia bergengsi pernah dia raih. Juara 71 event PGA Tour, 38 European Tour, 2 Japan Tour, Australasia PGA Tour pernah dia raih sekaligus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4726" href="http://jpmi.or.id/2010/09/08/mengejar-bagian-kecil-hilang-bagian-besar/right-way-wrong-way/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4726" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/right-way-wrong-way-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a>Eldrick Tont Woods lahir 30 Desember 1975. Panggilan kesayangannya Tiger Woods. Penghasilannya dari memukul bola golf dan menjadi bintang iklan melebihi US$ 1,1 miliar setahun. Kecuali di kejuaran Afrika, semua gelar juara dunia bergengsi pernah dia raih. Juara 71 event PGA Tour, 38 European Tour, 2 Japan Tour, Australasia PGA Tour pernah dia raih sekaligus.</p>
<p>Pendek kata dia pemain golf paling hebat di dunia, terkenal dan kaya raya. Majalah Forbes menempatkan Woods di posisi tiga teratas daftar selebritis paling kaya di jagat ini.</p>
<p>Sayang, Woods “jatuh” di luar lapangan golf. Dia jatuh bukan karena kompetitornya lebih hebat. Woods terpuruk karena ulah pribadinya.</p>
<p>Ketika kekayaan, keluarga yang harmonis, ketenaran dan kesejahteraan menjadi bagian besar hidup sehari-hari, maka bisa jadi bagian besar itu cenderung menjadi hal biasa, makin lama makin tak berarti. Sebaliknya, bagian kecil terasa lebih indah, lebih nikmat, dan menarik untuk dikejar.</p>
<p>Jika Anda sudah biasa menyantap makanan di rumah makan mewah, memakai piring porselen, sendok garpu mahal buatan Italia, maka kenikmatannya bisa kalah dibandingkan makan lesehan di saung tanpa penyejuk udara. Padahal, Anda hanya makan nasi sambal ikan asin di atas daun. Makannya pun memakai tangan, tanpa sendok.</p>
<p>Sebaliknya orang yang tiap hari makan nasi sambal krupuk, bermimpi-mimpi makan steak di atas piring porselen.</p>
<p>Menganggap hal-hal &#8216;kecil&#8217; sebagai hal indah, jamak terjadi ketika orang sudah memiliki atau mencapai hal-hal &#8216;besar&#8217; dalam hidupnya. Hal ini bahkan terjadi di hampir semua aspek hidup.</p>
<p>Pemegang saham yang sudah menikmati pertumbuhan deviden cukup besar dari bisnis intinya, belum tentu tidak melirik bisnis lain yang jangan-jangan lebih kecil dari bisnis utamanya.</p>
<p>Karyawan mengeluh, tak puas dengan fasilitas dan suasana kerja di perusahaan. Padahal barangkali perusahaan sudah banyak memberi hidup bagi keluarganya; memampukannya membesarkan anak, dan memberi kesejahteraan bagi keluarganya selama bertahun-tahun.</p>
<p>Semua orang berpikir besar. Ingin mendapat bagian besar, menerima pendapatan banyak. Anda pimpinan, Anda pemegang saham, Anda karyawan, Anda wakil rakyat, Anda wirausahawan, Anda punya profesi apa pun, mungkin Anda sudah memiliki bagian besar yang luar biasa patut disyukuri. Sebab, semua itu mungkin tidak dimiliki orang lain.</p>
<p>Sekadar mengingatkan, jangan-jangan apa yang menarik hari ini dan kita kejar-kejar dengan susah payah, sebenarnya hanya bagian kecil dari hidup kita. Sialnya, gara-gara mengejar bagian kecil itu, bisa-bisa kita kehilangan bagian besar yang sudah kita miliki.</p>
<p>Mulailah mawas diri, menelaah kembali prioritas kita. Janganlah kita terlena dengan profesi atau bisnis kita yang semakin besar. Bisa jadi hal yang kita anggap sepele dan tidak berpengaruh bisa menjadi batu sandungan yang dapat meluluhlantakan usaha kita selama ini.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>sumber: kontan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/08/mengejar-bagian-kecil-hilang-bagian-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemasok &#8220;Outsourcing&#8221; Wajib Bayar THR!</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/08/pemasok-outsourcing-wajib-bayar-thr/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/08/pemasok-outsourcing-wajib-bayar-thr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 01:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[outsourcing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=4824</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja outsourcing berkewajiban membayar tunjangan hari raya. Pengusaha pengguna jasa outsourcing pun wajib mengawasi pembayaran tunjangan hari raya oleh pemasok tenaga kerja tersebut kepada pekerjanya. Demikian disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban di Jakarta. ”SK Mennakertrans soal pembayaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4825" href="http://jpmi.or.id/2010/09/08/pemasok-outsourcing-wajib-bayar-thr/pekerja-oursourcing/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4825" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/pekerja-oursourcing-300x207.jpg" alt="" width="300" height="207" /></a>Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja <em>outsourcing </em>berkewajiban membayar tunjangan hari raya. Pengusaha pengguna jasa <em>outsourcing </em>pun wajib mengawasi pembayaran tunjangan hari raya oleh pemasok tenaga kerja tersebut kepada pekerjanya.</p>
<p>Demikian disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban di Jakarta.</p>
<p>”SK Mennakertrans soal pembayaran THR mengatur semua pekerja tanpa melihat status hubungan kerja. Pemerintah perlu membentuk tim deteksi dini dan aturan baru yang menekan penggunaan <em>outsourcing</em>,” ujar Iqbal.</p>
<p>Dijelaskan, penyedia jasa <em>outsourcing </em>semestinya memiliki hubungan kerja tetap dengan pekerja. Mereka tidak boleh mengalihkan tanggung jawab tersebut kepada perusahaan yang tengah menyewa pekerja <em>outsourcing</em>.</p>
<p>Oleh karena itu, Iqbal meminta pemerintah mengawasi perusahaan pengguna dan penyedia jasa <em>outsourcing</em>. Apabila salah satu perusahaan tidak memenuhi hak normatif pekerja <em>outsourcing, </em>pemerintah harus mencabut izin usaha mereka dan menjatuhkan denda perdata atau pidana.</p>
<p>Menurut Iqbal, modus penyimpangan yang kerap terjadi, pengusaha mengontrak pekerja <em>outsourcing </em>sampai menjelang Lebaran. Selanjutnya, pengusaha <em>outsourcing</em> menolak membayar THR dengan dalih kontrak telah berakhir dengan pengguna jasa.</p>
<p>Rekson menjelaskan, dari 28 juta buruh formal, 19 juta orang di antaranya buruh <em>outsourcing</em>. Para pekerja <em>outsourcing </em>itu umumnya bergaji rendah dan tidak menerima THR karena kontrak berakhir sebelum satu tahun masa kerja.</p>
<p>”Kasus seperti ini banyak terjadi di Batam dan kawasan berikat industri. Pemerintah harus lebih aktif mengawasi dan upah buruh kontrak harus lebih tinggi 8,3 persen daripada upah buruh tetap per bulan,” ujar Rekson.</p>
<p>Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi I Gusti Made Arka menegaskan, ia telah meminta kepala dinas ketenagakerjaan provinsi meningkatkan pengawasan penggunaan tenaga kerja asing dan <em>outsourcing. </em>Hasil pengawasan wajib dilaporkan kepada Mennakertrans melalui Dirjen PPK. ”Pemda wajib mengawasi dan mendata perusahaan dan pekerja <em>outsourcing</em> di wilayahnya,” ujar Arka.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>sumber: Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/08/pemasok-outsourcing-wajib-bayar-thr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Brand di Social Media</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/07/menciptakan-brand-di-social-media/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/07/menciptakan-brand-di-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 07:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing & Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Branding Image]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=4487</guid>
		<description><![CDATA[Wirausahawan banyak tertarik memasukkan produk/brandnya ke social media, entah ke Facebook maupun ke Twitter. Pilihan untuk di social media ini entah karena terpukau oleh konsep Low Cost High Impact atau memang sadar marketing. Namun pada saat yang sama mereka tidak memahami konsekwensinya, baik dari sisi manajemen, budgeting maupun peluang berhasilnya. Berikut ini seorang pakar internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4488" href="http://jpmi.or.id/2010/09/07/menciptakan-brand-di-social-media/online-strategy/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4488" src="http://jpmi.or.id/files/2010/08/online-strategy-300x238.jpg" alt="" width="300" height="238" /></a>Wirausahawan banyak tertarik memasukkan produk/brandnya ke social media, entah ke Facebook maupun ke Twitter. Pilihan untuk di social media ini entah karena terpukau oleh konsep <em>Low Cost High Impact</em> atau memang sadar marketing. Namun pada saat yang sama mereka tidak memahami konsekwensinya, baik dari sisi manajemen, budgeting maupun peluang berhasilnya.</p>
<p>Berikut ini seorang pakar internet marketing Nukman Lhutfie mengulas manajemen, budgeting dan peluang keberhasilannya :</p>
<p><strong>Pertama, soal manajemen.</strong></p>
<p>Social media adalah medium komunikasi, yang bukan hanya dua arah, antara konsumen dan produsen, tetapi multi arah, sebuah komunikasi horizontal yang “kacau-balau” antarkonsumen, antarkosumen-produsen. Jenis komunikasi seperti ini sangat jarang dirasakan dan dialami oleh yang terbiasa dengan komunikasi satu arah (produsen ke konsumen) dan dua arah (antarkonsumen-produsen). Komunikasi searah dan dua arah relatif mudah dikendalikan arahnya.</p>
<p>Namun komunikasi multiarah, yang melibatkan konsumen dengan konsumen nyaris tidak bisa dikendalikan yang bisa berpotensi merusak brand, atau sebaliknya: justru meningkatkan nilai brand. Itu sebabnya, banyak Brand Manager, Marketing Manager, PR Manager yang terkaget-kaget dengan komunikasi ini.</p>
<p>Siapkah manajemen dengan komunikasi multiarah ini? Faktanya, kebanyakan tidak siap. Terbukti dari keenganan perusahaan untuk investasi SDM khusus dan/atau alihdaya untuk mengelola social media.</p>
<p><strong>Kedua, soal budgeting.</strong></p>
<p>Mereka yang terbius dengan konsep <em>Low Cost High Impact</em> akan beranggapan bahwa pemasaran lewat social media itu murah meriah sekaligus memberikan hasil yang besar. Barangkali mereka lupa bahwa yang disebut “low cost” itu relatif terhadap marketing tradisional via iklan TV dan media konvensional lain. Bukan sekadar asal <em>low cost</em>.</p>
<p>Budget eksis di social media, memang terkesan murah. Pertama, eksis di Facebook dan Twitter boleh dibilang gratis. Kita dapat membuat akun Facebook (termasuk Fanpages-nya) tanpa biaya. Demikian pula di Twitter dan social media lain. Budget promosi di social media pun relatif rendah karena iklannya targeted, hanya menembak target audience yang kita sasar saja.</p>
<p>Namun jangan lupa, masuk ke social media pun butuh strategi, yang tentu saja punya nilai Rupiahnya. Belum lagi, perlu SDM yang cukup, yang paham social media dan komunikasi online, sehingga dapat mengelola eksistensi brand di social media selama 24 jam sehari, dan tujuh hari sepekan. Plus, karena komunikasinya via Internet semua, budget komunikasi Internet ini juga harus dimasukkan.</p>
<p>Itu belum termasuk budget marketing gimmick berupa kupon diskon dan sejenisnya untuk menjaga loyalitas konsumen yang bergabung di social media.</p>
<p><strong>Ketiga, peluang berhasil.</strong></p>
<p>Kebanyakan wirausahawan merasakan mudahnya masuk social media karena banyaknya fasilitas untuk membangun komunikasi multiarah baik di Facebook maupun Twitter.</p>
<p>Ditambah lagi, beberapa studi kasus keberhasilan brand mengadopsi social media bertebaran di mana-mana. Dell dan Starbucks selalu menjadi inspirasi banyak brand manager untuk mendulang sukses yang sama di social media.</p>
<p>Sayangnya, kita melupakan faktor penting yang mendorong keberhasilan dua merek kondang itu. Salah satu faktor terpenting adalah: kedua brand itu sudah terbiasa bercakap-cakap dengan konsumennya baik di offline maupun di dunia maya.</p>
<p>Dell misalnya, sejak awal berdirinya dirancang sebagai satu-satunya produsen komputer yang bisa menyediakan spesifikasi komputer apapun yang “dirancang” pembelinya via online. Percakapan online sudah terjadi sejak awal. Kemudian Dell menciptakan komunitas pengguna Dell, membangun komunikasi horizontal antarpengguna melalui IdeaStorm, agar konsumen bisa saling berbagi gagasan yang kemudian dieksekusi Dell. Itu terjadi sebelum Facebook dan Twitter mewabah di mana-mana.  Kesuksesan Dell inilah yang kemudian dicoba diimplementasikan oleh Starbucks melalui Starbucks Ideas.</p>
<p>Kedua merek kondang itu sudah terbiasa bercakap-cakap dengan konsumennya sebelum masuk ke social media! Maka begitu mereka masuk ke social media, hasilnya luar biasa.</p>
<p>Permasalahannya, banyak brand di Indonesia yang tidak biasa atau bahkan tidak pernah bercakap-cakap dengan konsumennya, tiba-tiba ingin masuk ke social media dan berharap sukses.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman Starbucks dan Dell yang memang sudah biasa bercakap dengan konsumennya sebelum masuk ke social media, kita bisa menduga bahwa peluang sukses brand yang tidak biasa berkomunikasi dengan konsumennya sebelumnya akan sangat kecil. Untuk memperbesar peluangnya, perlu usaha dan budget yang lebih besar.</p>
<p>Itu sebabnya, saya mengatakan, brand jangan “bermain-main” di social media. Jika ingin ke social media, seriuslah. Siapkan manajemen dan budget, serta analisa dengan baik bagaimana pola komunikasi dengan konsumen selama ini sehingga mendapatkan strategi yang tepat ketika masuk ke social media.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/07/menciptakan-brand-di-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang Lebaran, Bisnis Aksesori Motor Menangguk Untung</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/07/jelang-lebaran-bisnis-aksesori-motor-menangguk-untung/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/07/jelang-lebaran-bisnis-aksesori-motor-menangguk-untung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 02:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur II</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=5026</guid>
		<description><![CDATA[Berkah Ramadan tak hanya dicicipi pengusaha parsel dan makanan. Para penjual perlengkapan pengendara sepeda motor juga membukukan omzet yang kinclong. Koceknya makin tebal seiring peningkatan penjualan untuk mudik Lebaran. Peningkatan jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia, terutama di kota-kota besar, menjadi berkah bagi para penjual aksesori pengendara sepeda motor. Peluang mengeruk rezeki dari usaha ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5027" href="http://jpmi.or.id/2010/09/07/jelang-lebaran-bisnis-aksesori-motor-menangguk-untung/accesories-motor/"><img class="alignleft size-medium wp-image-5027" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/accesories-motor-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Berkah Ramadan tak hanya dicicipi pengusaha parsel dan makanan. Para penjual perlengkapan pengendara sepeda motor juga membukukan omzet yang <em>kinclong</em>. Koceknya makin tebal seiring peningkatan penjualan untuk mudik Lebaran.</p>
<p>Peningkatan jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia, terutama di kota-kota besar, menjadi berkah bagi para penjual aksesori pengendara sepeda motor. Peluang mengeruk rezeki dari usaha ini semakin moncer setelah pemerintah menetapkan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) helm.</p>
<p>Berkahnya semakin bertambah lantaran keuntungan kian menebal selama bulan Ramadan ini. Pasalnya, sebagian masyarakat masih mengandalkan sepeda motor sebagai kendaraan mudik ke kampung halamannya. Otomatis, mereka perlu mempersiapkan berbagai perlengkapan sebelum berkendara ke luar kota.</p>
<p>Mario Martin, pemilik Kasambilan Motor di Bandung, mengatakan, omzet tokonya meningkat signifikan dari bulan ke bulan. Bahkan, sejak akhir Juli lalu, rata-rata omzetnya meningkat dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta sebulan.</p>
<p>&#8220;Kenaikannya sekitar 20% dari bulan normal,&#8221; ujar Mario, yang sudah menekuni bisnis ini sejak delapan tahun lalu. Peningkatan omzet tersebut didukung oleh sistem penjualan secara langsung maupun melalui internet (online).</p>
<p>Yust Tamaro, pemilik toko aksesori sepeda motor RodaDua di Pondok Aren, Tanggerang, menikmati peningkatan omzet yang lebih besar dibandingkan Mario. Pada bulan Agustus lalu, penjualannya melesat dari rata-rata Rp 30 juta menjadi sekitar Rp 40 juta. &#8220;Mendekati 50% kenaikan omzetnya,&#8221; ungkap Yust. Seperti halnya Mario, dia juga menawarkan produknya melalui dunia maya.</p>
<p>Menurut Mario, beberapa produk yang saat ini laris manis adalah sarung tangan, rompi, kacamata plastik, helm serta sarung motor. Jenis sarung tangan tersedia dari bahan kulit domba, kain, maupun karet sintetis.</p>
<p>Untuk sarung tangan, sebulan Mario mampu menjual 130 pasang dari berbagai jenis dan model. Jumlahnya meningkat drastis dari penjualan bulan normal, yang hanya sekitar 90 sampai 100 pasang.</p>
<p>&#8220;Rompi dalam seminggu lalu laku terjual 100 unit,&#8221; imbuh Mario. Padahal, di bulan biasa hanya terjual sekitar 120 unit. Adapun sarung sepeda motor seharga Rp 95.000 dalam sebulan bisa terjual sebanyak 60 unit. Produk lain yang cukup laku adalah pelindung tubuh atau <em>body protector. </em><em> </em></p>
<p>Meski sama-sama menawarkan sistem penjualan online, Kasambilan dan RodaDua memiliki strategi pemasaran yang berbeda. Jika harga yang ditetapkan oleh Kasambilan Motor sudah termasuk ongkos kirim, maka RodaDua menawarkan promosi bonus produk pada nilai belanja tertentu.</p>
<p>Yang jelas, berkat sistem pemasaran online, kedua pelaku usaha ini mampu menembus pasar di luar Jawa. Pangsa pasarnya meluas hingga Aceh, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, dan Papua.</p>
<p>Di sisi lain, Mario dan Yust Tamaro tidak berniat menaikkan harga penjualan meski permintaan cukup tinggi selama Ramadan. Alasannya, menurut Mario, kompetisi bisnis perlengkapan sepeda motor ini sudah semakin ketat. Sehingga faktor harga sangat sensitif. &#8220;Banyak barang yang di bawah harga kami, seperti dari China. Tapi kualitasnya tidak jelas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Jika Kasambilan memproduksi sendiri beberapa produk yang dijualnya, RodaDua mendatangkan produk dari perajin di Kebon Jeruk, Bogor, dan Garut.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Sumber berita : kontan-online</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/07/jelang-lebaran-bisnis-aksesori-motor-menangguk-untung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatta: Malaysia, Investor Terbesar Ke-5 di RI</title>
		<link>http://jpmi.or.id/2010/09/07/hatta-malaysia-investor-terbesar-ke-5-di-ri/</link>
		<comments>http://jpmi.or.id/2010/09/07/hatta-malaysia-investor-terbesar-ke-5-di-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 01:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaktur I</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jpmi.or.id/?p=4805</guid>
		<description><![CDATA[Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, soal kedaulatan, pemerintah menekankan memang tidak ada negosiasi. Namun, pemerintah tetap mendahulukan diplomasi karena kegiatan ekonomi antarkedua negara memang tidak bisa dipisahkan. &#8220;Kontribusi Malaysia itu di Indonesia sebagai investor berada di urutan ke-5. Itu tercatat sejak 2005-2009 dengan nilai US$1,2 miliar,&#8221; kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4806" href="http://jpmi.or.id/2010/09/07/hatta-malaysia-investor-terbesar-ke-5-di-ri/hatta-rajasa-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-4806" src="http://jpmi.or.id/files/2010/09/hatta-rajasa1.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a>Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, soal kedaulatan, pemerintah menekankan memang tidak ada negosiasi. Namun, pemerintah tetap mendahulukan diplomasi karena kegiatan ekonomi antarkedua negara memang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>&#8220;Kontribusi Malaysia itu di Indonesia sebagai investor berada di urutan ke-5. Itu tercatat sejak 2005-2009 dengan nilai US$1,2 miliar,&#8221; kata Hatta di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 2 September 2010.</p>
<p>Kalau dari sisi tenaga kerja ada dua juta orang, sedangkan pelajar 13 ribu orang. &#8220;Demikian pula pihak Malaysia yang jumlah pelajar di Indonesia mencapai 6.000 orang,&#8221; kata Hatta.</p>
<p>Untuk itu, Hatta melanjutkan, perekonomian dua pihak memang berkembang terus dan ke depan trennya akan meningkat.</p>
<p>Hatta juga mengapresiasi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semalam sebagai bentuk pernyataan sikap yang bijak. &#8220;Saya kira pidato itu menggambarkan bangsa yang besar,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Hatta, poin yang ada adalah pertama, Indonesia tidak pernah kompromi dalam masalah kedaulatan bangsa.</p>
<p>Kedua, Indonesia ingin segera menyelesaikan masalah perbatasan yang disengketakan antara Indonesia dan Malaysia. &#8220;Untuk itu, Presiden mendesak agar Malaysia mempercepat agenda itu,&#8221; ujar Hatta.</p>
<p>Ketiga, pemerintah akan terus menempuh langkah diplomasi agar hal-hal yang berkaitan dengan dugaan kurang baik, harus dilakukan penyelidikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jpmi.or.id/2010/09/07/hatta-malaysia-investor-terbesar-ke-5-di-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
