Saturday : 05:48:27

logo JPMI bali

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 72 “Memaknai Kemerdekaan secara Ekonomi”

Redaktur | August 16, 2017 | BERITA JPMI

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 72, Sebuah Negara yang kaya akan sumber daya Alam dan ragam budaya yang terbentang luas dari sabah sampai Merauke. Namun Kekayaan Alam yang dimiliki Indonesia tidak berbanding lurus dengan Sumber Daya Manusiannya, dan masih banyak kita menemukan dipelosok desa dan pinggiran perkotaan orang yang kelaparan, anak-anak yang putrus sekolah dijalanan dan proyek-proyek besar yang rata-rata dikuasai oleh perusahaan Asing dan juga pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh investor-investor Asing membuat Indonesia kian terpuruk Secara Ekonomi.

Melihat kondisi Indonesia yang makin terpuruk secara Ekonomi, perlahan mulai muncul kesadaraan dari masyarakatnya untuk membentuk atau mencetak wirausaha yang siap bersaing untuk memerdekaan indonesia secara ekonomi, salah Satunya adalah JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) sebuah lembaga yang mewadahi para pengusaha Muslim Indonesia yang bahu-membahu untuk memerdekakan indonesia yang kini masih di dominasi oleh Pengusaha Asing atau Non Muslim.Tidak Hanya memerdekaan secara Finasial tetapi juga secara Fikrah dan mindset bukan hanya untuk dunia saja, tetapi lebih berorientasi ke Akhirat dengan penguatan akidah dan pemahaman agama yang kuat. JPMI mulai mempersiapkan pengusaha-pengusaha tangguh yang bangkit dari masjid hal ini direalisasikan dengan sosialisai dan pengadaan seminar untuk calon pengusaha maupun pedagang yang mulai menajal dunia bisnis.

Dengan pelatihan dan mentoring yang diberikan kepada para anggotanya perlahan mulai bangkit pengusaha-pengusaha muda yang telah dibekali Mindset serta Aqidah agara selalu berorientasi dan lebih bermanfaat untuk umat.Dengan bertambahnya usia kemerdekaan Indonesia juga diharapkan berbanding lurus dengan kemajuan Ekonomi, agar kekayaan Alama negara kita bisa dinikmati dan dikelola oleh rakyat Indonesia tersendiri.Harapan Perekonomian lebih Cepat Tumbuh. Sejalan dengan Program Pemerintahan tentang Kemandirian Ekonomi. Dengan menjadi EntrePreneur setidaknya akan Mendapatkan 3 Kemerdekaan :

1. KeMerdekaan Mind Set (Pola Pikir) dan Voice (Pendapat), tanpa dipengaruhi pihak lain, yaitu Suatu Kondisi dimana Kita dapat Bebas mempunyai Pola Pikir, Ide, BerPendapat, Berbicara, tanpa dipengaruhi Pihak lain ala Otak Kanan. Kondisi ini tidak akan kita dapatkan selama Kita sebagai Pekerja di Perusahaan, apalagi di Instansi Pemerintah yang sangat Birokrasi. Seorang EntrePreneur dapat Bebas Berkreasi dan Berkarya, menuangkan Ide-ide yang selama ini tidak dapat diakomodasi oleh Perusahaannya, Begitu Bukan?

2. KeMerdekaan Financial (Keuangan), yaitu Suatu kondisi Keuangan di mana kita mencapai Investasi yang Cukup Banyak yang Relatif Aman, dan Hasilnya mencukupi Kebutuhan Kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan (Kaya Raya). Sehingga disaat Kita berbelanja sudah tidak lagi melihat Banderol Harga yang menempel.

3. KeMerdekaan Time (Waktu), Suatu Kondisi waktu yang mana Kita dapat mengatur Waktu/Berdaya terhadap Waktu. Waktu yang diberikan Allah kepada Kita yang sehari cuma 24 Jam, hendaknya dapat dengan leluasa Kita mengaturnya, Bukan seperti Pekerja Kantoran yang 9 to 5, berangkat jam 9 Pagi pulang jam 5 Sore, terikat dengan Perusahaannya. Semua orang mempunyai waktu yang sama sehari 24 jam saja, tetapi hasil yang didapatkannya berbeda-beda. Harapannya dapat lebih memanfaatkan waktu yang hanya 24 jam itu. Seorang EntrePreneur lebih banyak mempunyai waktunya untuk Keluarga, sehingga akan menikmati Hidup lebih dekat dengan Keluarganya, Bisa Jalan-jalan/liburan sesuai keinginan, Hidup lebih Enjoy-lah…(y)