LEGACY MOHAMMAD NADJIKH: DARI NAHKODA PERUSAHAAN KELAS TERI MENJADI PERUSAHAAN KELAS KAKAP DENGAN NILAI INTERGRITAS DAN VISI KEBERMANFAATAN

nadjikh forbes

“Saya ingin mereka itu menjadi orang kaya. Untuk itu selain membeli ikan tangkapan nelayan, kami juga ikut membinanya agar pola pikirnya berubah. Kalau orang tuanya susah diperbaiki pola pikirnya, ya anak nelayannya kami bina.”Kelola Mina Laut (KML) adalah sebuah legacy dari seorang putra bangsa yang telah tuntas menunaikan tugasnya di dunia dan menghadap yang Maha Kuasa. Mohammad Nadjikh memulai KML pada 17 Agustus 1994, dengan pabrik pengolahan yang sangat sederhana berdinding bambu seperti “kandang kuda” di Desa Sobontoro Kecamatan Tambak Boyo Kabupaten Tuban yaitu unit pengolahan teri nasi (chirimen). Inilah awal dari KML sebagai perusahaan kelas teri yang akhirnya berubah menjadi perusahaan kelas kakap yang menggurita.

Tentu saja ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa dari seorang putra bangsa. Bagaimanakah awal perjuangan KML, apakah langsung sukses menjadi perusahaan yang besar?Modal utama seorang Nadjikh memulai usahanya bukanlah modal berlimpah tetapi kepercayaan dari relasi bisnis yang telah ia bina sejak bekerja. Salah satunya relasinya dari Jepang, yang telah mengenal Nadjikh dengan sangat baik. Nadjikh mengutarakan rencana bisnisnya kepada orang Jepang tersebut:“Saya akan buka usaha bersama teman saya. Tapi saya tidak punya modal. Yang saya miliki network bahan baku dan teknologi. Anda bisa bantu tidak? Kalau anda minta jaminan kepada saya, jaminannya ya leher saya ini!” ungkap Nadjikh ketika pertama kali meyakinkan mitra bisnisnya dari Jepang. Dari orang Jepang ini, Nadjikh berhasil mendapatkan pinjaman modal senilai 75 juta rupiah, yang digunakan untuk membangun pabrik teri nasi di Tuban.

Singkat cerita, Nadjikh berhasil melakukan ekspor perdana ke Jepang setelah 2,5 bulan. Ekspor perdana ini sedikit dikomplain oleh pihak Jepang, terkait kualitas teri nasinya. dan juga transaksi pertama ini justru mengalami kerugian Rp 10 juta. Tidak menyerah, kejadian itu dijadikan pembelajaran dan bahan evaluasi. Setelah dianalisa, Nadjikh menemukan bahwa kerugian ini bukanlah disebabkan karena kesalahan membeli bahan baku. Tetapi operational costnya yang terlalu besar. Mempersiapkan satu container untuk ekspor perlu waktu 2,5 bulan. Setelah volume pabrik ditingkatkan, Nadjikh bisa menyiapkan satu container yang kedua selama dua bulan. Dengan cara ini akhirnya hasil ekspor bisa impas. Pada pengiriman ketiga, Nadjikh bisa mengirim satu container dengan jangka waktu 20 hari, dan pada pengiriman ke empat dengan jangka waktu 10 hari. Dengan cara ini lah Nadjikh baru bisa memperoleh keuntungan. Semangatpun tumbuh untuk mencari lokasi-lokasi bahan baku ikan teri nasi sampai akhirnya Nadjikh membangun pabrik yang kedua di daerah Besuki Situbondo.Kiat Bisnis Ala NadjikhInilah awal dari KML perusahaan kelas teri. Selanjutnya dalam pengembangan KML menjadi perusahaan kelas kakap, berikut kiat-kiat bisnis yang diterapkan nadjikh:

1. Model bisnis harus sederhanaMencari ide bisnis mulai dari yang sangat sederhana (simple), dan mempunyai nilai diferensiasi atau memiliki keunikan, agar tidak mudah ditiru. Jangan berpikiran yang terlalu canggih dan kompleks. Bisnis modelnya harus sederhana agar mudah diimplementasikan.

2. Modal bukan syarat utama.Tidak punya uang atau modal usaha jangan dijadikan alasan untuk tidak berwirausaha. Modal bukan satu-satunya dan syarat utama untuk memulai bisnis. Yang penting memiliki keberanian untuk memulai. Selanjutnya modal bisa beraasal dari pinjaman, modal patungan, investor dan bagi hasil lain-lain.

3. Harus dilihat risiko terburuknya.Dalam berbisnis jangan membayangkan untungnya dulu, tapi juga harus dilihat resiko terjeleknya. Kalau usahanya gagal, apakah resiko terjeleknya bisa dihadapi, seperti stress berat, harta benda habis, atau jatuh sakit dan lain-lain. Kalau risikonya masih bisa dihadapi tak perlu takut untuk mencoba bisnis tersebut.

4. Jangan terlalu banyak pertimbangan.Untuk memulai berwirausaha jangan terlalu banyak pertimbangan sana-sini dan analisis detail. Kalau anda sudah mantap untuk mulai berwirausaha, langsung mencoba dan jalan saja. Bahkan dilarang untuk meminta pertimbangan kepada istri, suami atau orang tua, atau teman-teman terdekat. Yang diperlukan adalah meminta dukungan dan doa restu, bukan pertimbangan dari mereka. Karena yang menjalankan bisnis adalah kita sendiri, bukan mereka. Pikiran kita berbeda dengan pikiran mereka.

5. Kunci utama adalah orangnya (Pelaku/Pelaksana).Carilah orang-orang yang berkualitas dan mau bekerja secara all out, memiliki kejujuran, loyalitas, professional dan bisa diajak maju. Selain itu memiliki moto kerja “7 AS” yakni Kerja KerAS, Kerja CerdAS, Kerja TuntAS, dan Kerja IkhlAS. Yang penuh IntegritAS, loyalitAS dan TotalitAS. Kunci utama dalam mengembangkan bisnis adalah orangnya. Mencari orang-orang yang terbaik adalah pekerjaan yang paling sulit dalam berbisnis.

6. Jangan kapok (Tidak Mudah Menyerah)Jangan kapok untuk berwirausaha karena pernah gagal dalam bisnisnya. Harus mencoba lagi setelah melakukan evaluasi atau kegagalan bisnis yang dilakukan sebelumnya. Kegagalan diambil sebagai pelajaran berharga. Kalau anda kapok dan takut berusaha, sebaiknya anda langsung cari kerja diperusahaan lain saja, alias menjadi pegawai.

7. Bantu Orang Banyak Terlebih Dulu, Lalu Dapat Bisnisnya.Dalam berbisnis harus punya niat baik untuk membantu dan menyejahterakan orang banyak. Diharapkan dengan membantu dan menyejahterakan orang banyak kita akan mendapat value dan bisnis dari kegiatan tersebut. Semakin banyak orang yang bisa dibantu, bisnis tersebut akan membesardan secara otomatis akan mendapatkan untung. Bisnis tersebut akan cepat berkembang karena didoakan banyak orang.

8. Bisnis itu UniversalBisnis itu bersifat universal, tidak mengenal agama, suku, bangsa, Pendidikan, dan asal usul. Berwirausaha itu hanya mengenal kejujuran, profesionalisme, keterbukaan, kerja keras, keseriusan, komitmen, pelayanan, kualitas, kerja sama, semangat, etos kerja, dan lain-lain. Kenapa sekelompok orang bisa maju dan berkembang bisnisnya? Karena mereka mempunyai semangat dan etos kerja yang bisa membuat bisnisnya berkembang.

9. Banyak Baca dan Bergaul dengan Orang Sukses.Harus banyak membaca cerita tentang kisah wirausaha yang sukses, yang membangun usahanya dari nol, kecil menjadi besar. Harus sering bergaul, berdiskusi dengan pelaku bisnis yang sukses dan belajar langsung tentang kiat-kiat bisnis sukses. Hal tersebut akan memotivasi diri kita untuk lebih kreatif dalam mengembangkan bisnis. Kalau kita ingin menjadi wirausaha sukses, belajar dan bergaullah dengan pelaku bisnis yang sukses. Jangan bergaul dengan orang-orang yang bukan pelaku bisnis. Lingkungan dan pikiran kita sangat menentukan dalam keberhasilan bisnis kita.

10. From Zero to ZeroSupaya kita tidak stress dalam berwirausaha sebaiknya berpikir “from zero to zero” artinya, kalau suatu saat bisnisnya terpuruk, kita harus siap dan rela menerima kondisi tersebut, tidak usah merasa stress. Semuanya hanya titipan Allah SWT. Tugas kita ikhtiar dan tawakkal kepada Sang Pencipta. Mungkin kita sedang diuji oleh yang Maha Kuasa.

Setelah meraih kesuksesan tidak membuat Nadjikh, serakah dan hanya memikirkan profit perusahaan. Dalam menjalankan bisnisnya Nadjikh juga memperhatikan kesejahteraan nelayan. Sebagai pengusaha, Nadjikh tidak ingin dirinya dicap sebagai pengusaha sukses namun nelayannya miskin. “Saya ingin mereka itu menjadi orang kaya. Untuk itu selain membeli ikan tangkapan nelayan, kami juga ikut membinanya agar pola pikirnya berubah, kalau orang tuanya susah diperbaiki pola pikirnya, ya anak nelayannya kami bina”.

Tak kalah penting, dalam etika bisnisnya, Nadjkih juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Nadjikh mengungkapkan, persoalan lain yang dihadapi saat ini adalah kerusakan lingkungan. Saat ini masalah yang dihadapi di tingkat dunia adalah kelebihan penangkapan (over fishing), deforestasi, menurunnya hutan mangrove dan terumbu karang yang kondisinya sekarang 6,3% serta kerusakan lainnya. Di Indonesia timur, ikannya sangat banyak, tetapi tidak ada yang nangkap ikannya secara benar dan berkisanambungan, walaupun ditangkap secara illegal fishing dan sudah dilakukan sejak lama, ikannya juga tidak habis-habis, padahal mereka ngambil ikannya ngawur tidak karuan. Sekarang ini kita ambil ikan di sana dengan cara yang benar dan manajemen yang baik, berkelanjutan dan lingkungannya dikelola dengan baik. Dengan begitu ikannya tidak akan habis, malah bertambah.” Ujar Nadjikh.

Bagi Nadjikh, berbisnis bukan hanya masalah uang dan profit, tapi lebih dari itu kebermanfaatan, kepedulian, pengabdian, keyakinan kepada Allah, dan jalan menuju surgaNya. Selamat jalan Bapak Mohammad Nadjikh!

Sumber :Mohammad Nadjikh, Sang Teri Menggurita, Tjahya Gunawan Diredja, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2020.